Rencana implementasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) mendapat respons positif dari para pelaku industri otomotif tanah air. Salah satu pihak yang menyambut baik kesepakatan komersial ini adalah PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI). Sebagai Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia, Daimler menganggap kerja sama ini sebagai angin segar yang sudah lama dinantikan untuk membuka ruang ekspansi bisnis yang lebih luas. Pabrik baru Daimler di Cikarang Lintas Benua President Director DCVI Naeem Hassim, mengatakan, seluruh jajaran industri sebenarnya telah memantau perkembangan kesepakatan dagang lintas benua ini selama hampir satu dekade terakhir. "Saya melihat hal ini sebagai sebuah peluang yang sangat besar. Hanya saja, berikan kami waktu karena saat ini kami juga sedang melakukan transformasi perubahan di internal perusahaan kami sendiri," ujar Naeem saat ditemui di Jakarta, belum lama ini. Meski menyambutnya dengan tangan terbuka, pihak DCVI mengaku tidak ingin tergesa-gesa dalam mengambil langkah besar. Industri masih harus mempelajari lembar dokumen teknis dari perjanjian tersebut untuk melihat aturan turunan khusus yang mengatur sektor otomotif. Sebab, sebuah perjanjian dagang bebas biasanya mencakup ribuan item komoditas yang berbeda, mulai dari tekstil, pakaian, elektronik, hingga kendaraan bermotor. "Apa yang tertulis di dalam perjanjian tersebut mengenai sektor otomotif? Apakah kita bisa membawa produk dari Eropa ke sini? Bisakah kita berproduksi di sini? Dan apa dampaknya terhadap bea masuk? Kita masih harus menunggu hal itu," jelasnya lagi. Implementasi Diprediksi Mulai Berjalan pada 2027 Mengenai waktu penerapan di lapangan, Daimler memperkirakan dampak langsung dari perjanjian perdagangan bebas ini baru akan dirasakan oleh ekosistem industri beberapa tahun ke depan. Pemerintah Indonesia dinilai masih memerlukan waktu untuk merampungkan seluruh proses administrasi dan regulasi turunan setelah penandatanganan dilakukan. "Untuk implementasinya kemungkinan baru akan berjalan sekitar tahun 2027 kurang lebih. Jadi, mari kita lihat apa yang akan terjadi nanti," kata Naeem. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang