Mitsubishi Motors menyiapkan strategi besar untuk memperkuat lini produknya dalam beberapa tahun ke depan. Tak hanya itu, pabrikan asal Jepang tersebut juga menyiapkan total 13 model baru yang akan diluncurkan secara bertahap dalam enam tahun mendatang. Mengutip Carscoops, Rabu (3/5/2026), berdasarkan peta produk yang dipaparkan Mitsubishi, nama Pajero tidak hanya akan digunakan pada satu model. Merek legendaris tersebut akan berkembang menjadi keluarga kendaraan yang terdiri dari beberapa segmen berbeda. Selain SUV, Mitsubishi juga tengah menyiapkan MPV bergaya petualang yang diprediksi menjadi penerus Delica D:5. Sebagai informasi, Delica D:5 saat ini sudah berusia hampir dua dekade. Model tersebut pertama kali meluncur pada 2007 dan hanya mendapatkan beberapa kali penyegaran. Mitsubishi juga masih menyimpan rapat informasi terkait dua SUV baru lainnya serta sebuah pikap yang diduga merupakan Triton versi facelift. Mitsubishi Motors Xpander Hybrid Generasi Baru Khusus untuk pasar ASEAN, Mitsubishi memastikan akan menghadirkan generasi terbaru Xpander. MPV crossover tersebut pertama kali meluncur pada 2017 dan mendapat penyegaran pada 2022. Pada generasi berikutnya, Xpander disebut akan mengadopsi teknologi hybrid seiring tren elektrifikasi yang semakin kuat di kawasan Asia Tenggara. Meski belum mengungkap detail spesifikasi, kehadiran Xpander hybrid diprediksi menjadi salah satu model penting Mitsubishi di pasar ASEAN, termasuk Indonesia. Selain itu, untuk regional ASEAN, Mitsubishi akan memasok model MPV secara OEM untuk Nissan. Kemudian, Nissan akan memasok van untuk Mitsubishi dengan strategi rebadge. Kolaborasi dengan Nissan dan Foxconn Dari total 13 model yang akan diperkenalkan, sebagian di antaranya merupakan hasil kolaborasi dengan mitra strategis Mitsubishi. Salah satunya adalah SUV coupe listrik yang dikembangkan dari Nissan Leaf. Selain itu, Mitsubishi juga menyiapkan SUV listrik baru hasil kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Taiwan, Foxconn. Kemudian ada dua model kei wagon yang dipasok Nissan dan akan tersedia dalam versi mesin bensin maupun kendaraan listrik murni (BEV). Mitsubishi juga tengah menyiapkan pikap baru yang dikembangkan bersama Nissan untuk beberapa pasar global. Siapkan Proyek Pikap Baru Dalam presentasi perusahaan, Mitsubishi turut mengungkap adanya proyek pikap baru untuk pasar Amerika Utara yang dikerjakan bersama Nissan. Selain itu, kedua perusahaan juga sedang mempertimbangkan proyek pikap global baru yang dapat dipasarkan di berbagai negara. Langkah ini tidak terlepas dari hubungan erat kedua merek dalam pengembangan kendaraan niaga ringan. Saat ini Nissan Navara untuk pasar Australia diketahui menggunakan basis Mitsubishi Triton. Sementara itu, Nissan Frontier Pro versi elektrifikasi dibangun menggunakan platform Dongfeng Z9 dari China. Model tersebut disebut berpotensi menjadi dasar bagi pengembangan pikap global baru yang nantinya dapat dipasarkan dengan merek Nissan maupun Mitsubishi. Mitsubishi Motors Fokus pada Elektrifikasi Selain memperluas jajaran produk, Mitsubishi juga memastikan masa depannya akan sangat bergantung pada kendaraan elektrifikasi. Dari 13 model yang disiapkan, lima di antaranya akan menggunakan teknologi hybrid (HEV), lima model lainnya mengusung sistem plug-in hybrid (PHEV), dan tiga model sisanya merupakan kendaraan listrik murni (BEV). Artinya, seluruh model baru Mitsubishi akan memiliki unsur elektrifikasi, baik dalam bentuk hybrid maupun kendaraan listrik penuh. Hal ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Mitsubishi mulai meninggalkan ketergantungan pada mesin pembakaran internal konvensional. Meski demikian, kendaraan berbasis ladder frame seperti Pajero dan Triton masih berpeluang mempertahankan mesin diesel. Namun, teknologi tersebut kemungkinan akan dipadukan dengan sistem hybrid untuk meningkatkan efisiensi dan menekan emisi. Mitsubishi bahkan mengungkap sedang mengembangkan mesin khusus untuk kendaraan hybrid dan plug-in hybrid dengan efisiensi termal mencapai 48 persen. Mesin tersebut nantinya akan digunakan pada berbagai model baru, termasuk kendaraan SUV dan pikap. Pangkas Waktu Pengembangan Untuk mempercepat peluncuran produk baru, Mitsubishi mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital dalam proses pengembangan kendaraan. Teknologi tersebut diklaim mampu memangkas waktu pengembangan hingga 20 persen. Jika sebelumnya satu model membutuhkan waktu sekitar 45 bulan untuk dikembangkan, maka Mitsubishi menargetkan proses tersebut dapat dipersingkat menjadi 36 bulan. Dengan strategi tersebut, Mitsubishi berharap dapat merespons perubahan pasar lebih cepat sekaligus menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama dari produsen otomotif baru yang agresif meluncurkan produk elektrifikasi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang