Mitsubishi New XForce termasuk XForce HEV menjadi bintang di panggung Mitsubishi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. XForce HEV hadir sebagai model hybrid pertama yang diproduksi secara lokal. Mengusung dua penggerak dengan berbagai keunggulan salah satunya yaitu konsumsi BBM yang lebih baik. Kehadirannya memunculkan pertanyaan, mengapa Mitsubishi memilih XForce sebagai model hybrid, bukan Xpander yang memiliki penjualan lebih besar di Indonesia. Head of Product Planning Department PT MMKSI Nur Ali Said menjelaskan, pengembangan produk Mitsubishi selalu didasarkan pada kebutuhan dan permintaan pasar. Karena itu, XForce dipilih sebagai model yang menerima teknologi hybrid terbaru sekaligus berbagai penyempurnaan fitur. Mitsubishi XForce HEV "Jadi Mitsubishi Motors selalu mengembangkan teknologi berdasarkan permintaan pasar," katanya di ICE BSD City, Tangerang, Senin (3/8/2026). "Sejalan dengan itu, Mitsubishi XForce HEV ini dikembangkan dengan penambahan fitur-fitur terbaru yang ada saat ini. Harapannya semua teknologi yang ditambahkan bisa menjawab semua permintaan," ungkapnya. Hybrid Paling Praktis Nur Ali mengatakan, Mitsubishi sebenarnya telah memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan kendaraan elektrifikasi. Portofolio perusahaan mencakup mobil listrik murni (BEV) hingga plug-in hybrid (PHEV). "Line up kendaraan model listtik yang sudah kami miliki, untuk dengan teknologi plug in hybrid kami memiliki Outlander PHEV," katanya. Meski demikian, untuk kondisi pasar saat ini Mitsubishi menilai teknologi hybrid menjadi solusi yang paling sesuai karena menawarkan kemudahan penggunaan tanpa mengubah kebiasaan konsumen. "Namun saat ini menurut kami teknologi hybrid) merupakan teknologi yang paling praktis dan modern. Jadi teknologi HEV ini merupakan teknologi terbaru yang dikembangkan oleh Mitsubishi Motors," ujarnya. Mitsubishi Xforce GIIAS 2026 Efisien Mitsubishi juga menilai salah satu keunggulan utama sistem hybrid adalah efisiensi bahan bakar. Pada kondisi tertentu, motor listrik bekerja lebih dominan sehingga konsumsi BBM menjadi lebih hemat. "Pertama dari sisi bahan bakar, tentunya teknologi ini memiliki keunggulan efisiensi bahan bakar yang baik karena dominasi motor listrik untuk menggerakkan kendaraan," katanya. "Selanjutnya, dengan kombinasi mesin dan motor listrik menghasilkan tenaga dan efisiensi bahan bakar yang baik," uja Nur Ali. Keunggulan lainnya kata dia adalah kemudahan penggunaan. Berbeda dengan mobil listrik murni, pengguna XForce HEV tidak perlu mengisi ulang baterai menggunakan charger eksternal. "Terakhir, teknologi kami merupakan teknologi yang praktis. Jadi kita tidak perlu merubah kebiasaan berkendara sehari-hari, cukup dengan isi bensin," ujarnya. Mitsubishi New Xforce Hybrid "Namun manfaat kendaraan listrik tetap bisa kita dapatkan tanpa harus khawatir dengan charging station yang tersedia," kata Nur Ali. Fitur Lebih Premium Menurut Nur Ali, XForce HEV tidak hanya dibekali sistem hybrid, tetapi juga menghadirkan sejumlah fitur baru yang membuatnya semakin kompetitif di segmen SUV ringkas. Salah satu pembaruan yang dibawa XForce HEV adalah hadirnya frameless panoramic sunroof, yang menjadi fitur baru pada model tersebut. "Yang pertama kami menambahkan teknologi terbaru yakni frameless panoram (panoramic)," ujarnya. Selain itu, Mitsubishi juga melakukan peningkatan kualitas kabin agar memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman. "Menjadi lebih premium dan advance dengan penambahan fitur-fitur baru," katanya.