Mitsubishi Motors terus mengembangkan versi hibrida dan plug-in hybrid (PHEV) untuk Pajero generasi baru dan Triton. Namun, pabrikan asal Jepang itu belum memastikan kapan kedua model tersebut akan meluncur ke pasar. Pengembangan kendaraan terelektrifikasi tersebut masih harus memenuhi sejumlah persyaratan, terutama terkait kemampuan dan ketahanan off-road. Mitsubishi ingin memastikan teknologi elektrifikasi yang digunakan tidak mengurangi karakteristik kendaraan penggerak empat roda (4WD) andalannya. Investasi di Thailand Dalam beberapa pekan terakhir, Mitsubishi mengonfirmasi rencana investasi sebesar 16 miliar baht atau sekitar AUD 685 juta hingga 2030. Dana tersebut akan digunakan untuk mengubah pabriknya di Thailand menjadi pusat manufaktur kendaraan terelektrifikasi. Mitsubishi All New Triton GLX-R Pabrik yang memproduksi Triton, Pajero, dan sejumlah model lainnya itu menjadi bagian penting dari strategi elektrifikasi Mitsubishi. Disebutkan bahwa Triton dan Pajero menjadi fokus investasi tersebut. Meski demikian, para eksekutif Mitsubishi belum memberikan kepastian mengenai kehadiran versi hibrida dari kedua kendaraan 4WD tersebut saat dimintai keterangan oleh Drive. "Kami akan mempertimbangkan elektrifikasi di masa depan, termasuk sistem hibrida dan PHEV, dengan menyesuaikan pada kondisi pasar, kebutuhan pelanggan, infrastruktur, serta regulasi di masing-masing negara," ujar Kunitoshi Itagaki, Chief Product Specialist Mitsubishi Pajero, dikutip dari Drive.com.au, Senin (7/9/2026). "Pajero diluncurkan hanya dengan sistem penggerak ICE (mesin pembakaran internal) diesel. Namun, Mitsubishi Motors sebenarnya sedang memajukan penelitian dan pengembangan kendaraan berangka tangga (ladder-frame) yang terelektrifikasi, termasuk teknologi hybrid-electric vehicle dan plug-in hybrid electric vehicle untuk produk-produk seperti Pajero dan Triton di masa depan," kata Itagaki. Increase the illumination on the rear door area to better integrate it with the overall lighting conditions. Keep the lighting natural and consistent with the existing scene. Preserve the environment, sky, ground, shadows, reflections, vehicle angle, body color, design, proportions, camera perspective, and composition exactly as they are. No other changes. Tetap Harus Tangguh Mitsubishi menegaskan, kendaraan elektrifikasi masa depan tetap harus mampu melibas jalur tanah dan medan berbatu sesuai dengan standar yang digunakan dalam pengembangan model dieselnya. "Untuk memenuhi standar Mitsubishi Motors, model elektrifikasi masa depan tidak hanya harus memberikan performa jalan raya yang tangguh, tetapi juga kemampuan off-road, performa kuat, serta daya tahan atau keandalan yang diharapkan dari kendaraan Mitsubishi Motors yang sesungguhnya," ujarnya. "Memastikan model elektrifikasi tersebut dapat mempertahankan karakteristik ini sekaligus menghadirkan pengalaman berkendara khas Mitsubishi Motors memerlukan pengembangan lebih lanjut, sehingga peluncurannya ke pasar akan memakan waktu tambahan," kata Itagaki. Mitsubishi Pajero Terbaru Mitsubishi sebelumnya telah mengumumkan rencana menghadirkan pikap listrik pada 2023. Saat itu, perusahaan juga mengungkapkan studi mengenai versi hibrida dan PHEV untuk Triton yang baru saja diluncurkan. Namun, proyek pikap listrik tersebut kemudian ditangguhkan. Rendahnya permintaan global terhadap pikap bertenaga baterai membuat Mitsubishi mengalihkan prioritas pengembangan ke model hibrida dengan penggerak empat roda mekanis, tanpa fitur plug-in. "Pertama, kami harus mengerjakan model hybrid, bukan plug-in hybrid. Sebelumnya, kami telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan BEV, yaitu Triton bertenaga listrik baterai. Namun, karena arah strateginya kini telah sedikit berubah, kami berupaya untuk segera meluncurkan kendaraan elektrifikasi," ujar Kaoru Sawase, pakar teknik Mitsubishi. Sawase-san menyatakan bahwa Mitsubishi "harus meluncurkannya sesegera mungkin", seraya menambahkan bahwa akan menjadi hal yang "sangat baik" jika Triton versi hibrida dapat hadir dalam beberapa tahun mendatang.