PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) resmi menggelar program Field Fix Campaign, kampanye perbaikan, atau recall pada model andalan, Canter Euro4 Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT KTB, mengatakan, program kampanye perbaikan ini dilakukan secara bertahap untuk kendaraan niaga tipe Canter Euro4 yang diproduksi secara 1 April 2022 hingga 30 Mei 2026. "Kami melakukan langkah proaktif ini setelah melalui proses evaluasi berkala dengan kualitas yang terukur dan juga mendapatkan masukan dari para konsumen," ujar Aji di Jakarta, Kamis (24/9/2025). Kemudian, KTB setelah melakukan evaluasi berkala proses pemantauan kualitas rutin yang dilakukan antara KTB dan MFTBC, serta masukan dari pada konsumen. Kerusakan Dari pantauan tersebut ditemukan adanya potensi gangguan atau keterbatasan daya tahan pada komponen brake light switch atau sakelar lampu rem pada sejumlah kendaraan Canter Euro4 tertentu. Aji menyebut, program perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan lebih dari 200 jaringan diler yang tersebar di seluruh Indonesia. Konsumen yang kendaraannya masuk dalam kriteria program nantinya akan dihubungi dan mendapatkan informasi mengenai tahapan pemeriksaan. Selanjutnya, konsumen dapat membuat janji dengan diler untuk melakukan pengecekan kendaraan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi komponen terkait tetap memenuhi standar yang ditetapkan. KTB juga menegaskan bahwa konsumen tidak akan dikenakan biaya selama proses pemeriksaan dan perbaikan yang termasuk dalam program tersebut. "Jadi, tujuan dari program ini merupakan bentuk komitmen kami sebagai produsen untuk menjaga kualitas produk sehingga performa dan operasional kendaraan dapat kembali optimal," kata perwakilan KTB. Mitsubishi Fuso Canter di GIIAS 2026 Konsumen Akan Dihubungi Kemudian, KTB akan melakukan komunikasi secara aktif kepada konsumen yang kendaraannya masuk dalam kriteria program. Perusahaan mengimbau konsumen untuk mengikuti jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan sehingga proses pengecekan kendaraan dapat dilakukan secara optimal. Menurut Aji, pengaturan jadwal juga diperlukan agar aktivitas konsumen tidak terganggu selama kendaraan menjalani pemeriksaan di diler. "Kami akan aktif menghubungi dan menginformasikan program ini kepada seluruh konsumen untuk dibuatkan janji atau booking dan dijadwalkan mengenai pengecekan kendaraan," ujarnya.