Nama Mitsubishi Eclipse Cross mungkin masih diingat oleh sebagian konsumen Indonesia. SUV ini sempat dipasarkan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) pada 2019, sebelum akhirnya disetop pada Maret 2022. Kini, Mitsubishi Eclipse Cross justru kembali dengan wajah baru di pasar Eropa. Bukan lagi mengandalkan mesin bensin, generasi terbaru Eclipse Cross hadir sebagai mobil listrik murni. Setelah satu tahun diperkenalkan, Mitsubishi memberikan sejumlah pembaruan teknis untuk Eclipse Cross EV. Salah satu perubahan utamanya adalah hadirnya pilihan baterai baru yang menggunakan teknologi Lithium Iron Phosphate (LFP). Pilihan baterai tersebut memiliki kapasitas 67 kWh dan mampu menempuh jarak hingga 472 kilometer berdasarkan pengujian WLTP. Baterai yang sama juga sudah digunakan pada Renault Megane E-Tech versi facelift. Mitsubishi Eclipse EV Sementara itu, Eclipse Cross EV juga tetap tersedia dengan baterai berkapasitas lebih besar yang menggunakan kimia Nickel Manganese Cobalt (NMC). Kapasitas baterai tersebut kini meningkat dari sebelumnya 87 kWh menjadi 89 kWh. Penambahan kapasitas ini membuat jarak tempuh maksimal meningkat 15 kilometer menjadi 650 kilometer berdasarkan standar WLTP. Kedua pilihan baterai tersebut sudah mendukung pengisian daya cepat DC. Untuk mengisi daya dari 15 persen hingga 80 persen, baterai 67 kWh membutuhkan waktu sekitar 24 menit. Sedangkan baterai 89 kWh membutuhkan waktu sekitar 28 menit untuk pengisian dengan rentang yang sama. Mitsubishi Eclipse EV Tenaga Naik Dari sisi performa, Mitsubishi Eclipse Cross EV menggunakan satu motor listrik yang ditempatkan di bagian depan. Motor tersebut menghasilkan tenaga 220 hp atau 164 kW. Angka ini meningkat 5 hp atau 4 kW dibandingkan model sebelumnya. Menariknya, Mitsubishi tidak melakukan perubahan besar pada desain eksterior meski sudah satu tahun dipasarkan. Bagian interior juga masih mempertahankan desain sebelumnya, termasuk penggunaan dua layar berukuran 12,3 inci. Sistem infotainment yang digunakan juga masih mengandalkan perangkat lunak berbasis Google dari Renault. Pernah Dijual di Indonesia Bagi konsumen Indonesia, nama Eclipse Cross bukan sesuatu yang asing. MMKSI sempat membawa SUV tersebut ke Indonesia pada 2019. Namun, perjalanan Eclipse Cross di pasar dalam negeri tidak berlangsung lama. Mitsubishi kemudian menghentikan impor dan penjualannya di Indonesia mulai Maret 2022. Salah satu faktor yang turut menjadi perhatian adalah performa penjualannya yang kurang memuaskan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales Eclipse Cross pada 2019 tercatat sebanyak 514 unit. Angka tersebut kemudian turun menjadi 243 unit pada 2020. Test Drive Mitsubishi Eclipse Cross Selain persoalan penjualan, periode tersebut juga bertepatan dengan berbagai gangguan industri otomotif global, termasuk kelangkaan cip semikonduktor, pandemi Covid-19, kebakaran pabrik chip di Jepang, hingga perang Rusia-Ukraina. Kini, Mitsubishi memilih membawa nama Eclipse Cross ke arah yang berbeda. Di Eropa, SUV tersebut tidak lagi sekadar mengandalkan mesin konvensional, tetapi hadir sebagai kendaraan listrik dengan pilihan baterai LFP dan NMC. Mengutip Carscoops, Selasa (15/9/2026), Mitsubishi Eclipse Cross EV terbaru akan mulai dapat dipesan di sejumlah pasar Eropa pada November 2026. Di Belanda, varian Mid-Range dengan baterai 67 kWh menjadi pilihan paling terjangkau. Harganya mulai 32.990 euro atau sekitar Rp 670 jutaan. Harga tersebut sudah termasuk insentif kendaraan listrik sebesar 3.000 euro atau sekitar Rp 60 jutaan.