Suasana GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, tidak hanya memperlihatkan persaingan antar-produsen dalam menghadirkan mobil baru. Di balik gemerlap lampu pameran, teknologi elektrifikasi semakin menunjukkan bahwa mobilitas masa depan bukan lagi sekadar wacana. Salah satu model yang mencuri perhatian, yaitu Mitsubishi New Xforce Hybrid Electric Vehicle (HEV). Bagi Mitsubishi Motors, kehadiran model ini bukan sekadar menambah pilihan varian. Xforce HEV menjadi penanda babak baru karena merupakan mobil hybrid pertama Mitsubishi Motors yang resmi dipasarkan sekaligus diproduksi secara lokal di Indonesia. Xforce HEV diperkenalkan sebagai SUV dengan konsep "Elevated Urban SUV". Konsep tersebut menggambarkan bagaimana Mitsubishi mencoba membawa karakter SUV yang selama ini identik dengan ketangguhan, kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis. Di GIIAS 2026, Xforce HEV ditempatkan sebagai salah satu produk utama Mitsubishi. MMKSI membawa total 16 unit kendaraan dan menyediakan enam unit kendaraan untuk area test drive. Pengunjung tidak hanya dapat melihat Xforce HEV dari dekat, tetapi juga mencoba langsung karakter berkendaranya. Kehadiran Xforce HEV juga memiliki arti strategis bagi industri otomotif Indonesia. Model ini diproduksi oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), sekaligus menjadikan fasilitas manufaktur tersebut sebagai basis produksi Xforce HEV untuk pasar ASEAN. Artinya, Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk elektrifikasi Mitsubishi, tetapi juga mendapat peran dalam rantai produksi kendaraan hybrid untuk kawasan. Mitsubishi Xforce Hybrid GIIAS 2026 Di sinilah menariknya Xforce HEV. Mitsubishi tidak mencoba mengubah SUV ini menjadi mobil listrik murni. Sebaliknya, perusahaan mengembangkan sistem hybrid yang memungkinkan motor listrik dan mesin bensin bekerja secara otomatis sesuai kondisi berkendara. Sistem tersebut menggunakan mesin 1.6 liter DOHC MIVEC yang dipadukan dengan motor listrik. Motor listriknya menghasilkan tenaga 116 PS dengan torsi 255 Nm, sedangkan mesin bensinnya menghasilkan 107 PS dan torsi 134 Nm. Angka tersebut bukan sekadar ditujukan untuk mengejar performa. Mitsubishi merancang Xforce HEV dengan karakter akselerasi yang menyerupai kendaraan listrik. Motor listrik berperan sebagai penggerak utama dalam banyak kondisi, terutama ketika kendaraan mulai berjalan dan saat menghadapi lalu lintas perkotaan. Xforce Hybrid GIIAS 2026 Hasilnya adalah respons pedal gas yang lebih linear dan tenaga yang terasa lebih cepat. Di saat yang sama, mesin bensin dapat mengambil peran ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, misalnya ketika menanjak, menyalip, atau melaju pada kecepatan tinggi. Sistem juga dapat menggunakan mesin untuk mengisi baterai. Ketika kendaraan melakukan deselerasi atau melaju menurun, motor listrik berubah fungsi menjadi generator untuk mengubah energi pengereman menjadi energi listrik yang kemudian disimpan kembali ke baterai. Bagi pengguna, seluruh proses tersebut berlangsung otomatis. Pengemudi tidak perlu memikirkan kapan mesin harus aktif atau kapan motor listrik harus bekerja. Sistem akan membaca kondisi jalan, kecepatan kendaraan, beban, hingga kondisi baterai untuk menentukan sumber tenaga yang paling sesuai. Mitsubishi XForce HEV Pendekatan ini menjadi penting karena salah satu tantangan elektrifikasi di Indonesia adalah bagaimana membuat teknologi baru terasa mudah digunakan. Konsumen tidak selalu ingin mengubah kebiasaan hanya karena berpindah ke kendaraan elektrifikasi. Inovasi yang Relevan Intan Vidiasari, General Manager of Marketing Communication & PR Division PT MMKSI menjelaskan, segmen SUV ringkas di Indonesia memang semakin kompetitif, namun perusahaan melihat hal tersebut secara positif karena mendorong hadirnya inovasi yang semakin relevan bagi konsumen. “Bagi Mitsubishi Motors, kekuatan kami tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada pengalaman panjang dalam memahami kebutuhan masyarakat Indonesia,” tutur Intan saat berbincang dengan KOMPAS.com belum lama ini di lantai pameran GIIAS 2026 di BSD City. Mitsubishi XForce HEV Menurut Intan, pemahaman tersebut menjadi fondasi dalam pengembangan New Xforce dan New Xforce HEV, mulai dari desain, kenyamanan, keamanan, hingga teknologi hybrid yang efisien tanpa memerlukan pengisian daya eksternal. “Selain menghadirkan produk yang relevan, kami juga aktif mendekatkannya kepada masyarakat melalui pameran, test drive, dan berbagai aktivitas pengalaman langsung. Kami percaya kepercayaan konsumen dibangun dari pengalaman nyata, dan itulah yang menjadi dasar kami untuk terus menghadirkan kendaraan yang dapat diandalkan oleh konsumen Indonesia,” ujar Intan. Xforce HEV mencoba menawarkan jalan tengah. Pengguna masih mengisi bahan bakar seperti mobil konvensional, tetapi dalam banyak situasi kendaraan dapat memanfaatkan tenaga listrik untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih senyap dan responsif. Mitsubishi New Xforce Hybrid Mitsubishi bahkan membekali Xforce HEV dengan konsep Long EV Drive. Dalam kondisi tertentu, motor listrik dapat digunakan lebih dominan dan lebih lama. Mitsubishi mengklaim karakter ini mampu membuat perjalanan terasa lebih tenang, minim getaran, sekaligus memberikan respons akselerasi yang lebih halus. Menariknya, tidak hanya dirancang untuk jalan perkotaan yang mulus. Mitsubishi memberikan tujuh pilihan mode berkendara, yakni Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Priority, dan Charge. Dua mode terakhir menunjukkan bagaimana Mitsubishi memberikan kontrol lebih besar terhadap karakter sistem hybrid. EV Priority memungkinkan kendaraan memprioritaskan penggunaan tenaga listrik dalam kondisi tertentu, sementara Charge dapat digunakan untuk mengisi daya baterai sesuai kebutuhan. Tarmac juga memberikan karakter respons yang lebih sesuai ketika kendaraan melaju di jalan beraspal. Mitsubishi New Xforce Hybrid Efisiensi Dari sisi efisiensi, Xforce HEV memiliki tangki bahan bakar berkapasitas 42 liter. Mitsubishi mengklaim mobil ini mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian penuh. Jarak tersebut disebut setara dengan perjalanan Jakarta-Bali, meskipun hasil aktual tentu bergantung pada kondisi jalan dan gaya berkendara. Angka 1.000 kilometer tersebut menjadi salah satu fakta menarik dari Xforce HEV. Bukan karena pengguna harus mengejar jarak sejauh itu dalam satu perjalanan, melainkan karena angka tersebut menunjukkan bagaimana Mitsubishi mencoba menjadikan efisiensi sebagai bagian dari pengalaman penggunaan sehari-hari. Apalagi, konsumen SUV di Indonesia memiliki kebutuhan yang beragam. Mobil bisa digunakan untuk perjalanan ke kantor pada hari kerja, mengantar keluarga, melewati kemacetan, hingga melakukan perjalanan antarkota pada akhir pekan. Mitsubishi New Xforce Hybrid Karena itu, teknologi hybrid pada Xforce tidak hanya berbicara mengenai konsumsi bahan bakar. Kenyamanan menjadi bagian penting dari paket yang ditawarkan. Mitsubishi melakukan sejumlah penyempurnaan pada kabin dan kenyamanan Xforce. Tersedia bangku belakang dengan delapan pengaturan kenyamanan, Dual Auto A/C dengan NanoeX, power driver seat, ambient lighting, hingga Yamaha Premium Audio pada paket tertentu. Varian Premium juga mendapatkan power tailgate, wireless charger, dan Tire Pressure Monitoring System atau TPMS. Untuk keselamatan, Xforce juga dilengkapi sejumlah fitur bantuan pengemudi seperti Forward Collision Mitigation, Adaptive Cruise Control dengan Low-Speed Follow, Automatic High Beam, Leading Car Departure Notification, Blind Spot Warning, Rear Cross Traffic Alert, Lane Change Assist, serta Multi Around Monitor. Mitsubishi New Xforce Hybrid Secara visual, Xforce HEV juga tidak dibuat sama persis dengan varian bermesin bensin. Mitsubishi memberikan sejumlah identitas khusus seperti pelek 18 inci dengan desain khusus HEV, emblem Hybrid EV, aksen grille depan, lampu belakang clear smoke, serta electric shifter. Di GIIAS 2026, Mitsubishi tidak hanya menjual teknologi. Pengalaman konsumen menjadi bagian dari strategi mereka. Mengusung tema "Life's Adventure: Elevating Every Experience", booth Mitsubishi berada di Hall 10A. Pengunjung dapat melihat Xforce dalam pilihan teknologi ICE maupun HEV, Destinator, Xpander, Xpander Cross, hingga Pajero Sport. Selain melihat produk, pengunjung juga dapat melakukan konsultasi, mengikuti aktivitas edukasi, gamification, serta mencoba kendaraan melalui area test drive. Pendekatan tersebut penting karena teknologi hybrid terkadang sulit dijelaskan hanya melalui angka. Cara paling mudah memahami perbedaannya justru dengan merasakan bagaimana mobil berakselerasi, seberapa halus perpindahan tenaga, serta seberapa senyap kabin ketika motor listrik mengambil alih penggerak. Mitsubishi New Xforce Hybrid Selain menghadirkan produk, MMKSI juga memberikan sejumlah program kepemilikan selama GIIAS 2026. Khusus New Xforce, termasuk Xforce HEV, tersedia harga launching spesial, Special Leasing Package, Smart Cash dengan bunga 0 persen hingga dua tahun, paket DP rendah dan bunga ringan, Balloon Payment, serta Paket Hemat 1 Tahun. Program purnajual juga diberikan. Konsumen New Xforce, termasuk Xforce HEV, mendapatkan diskon 25 persen untuk sejumlah kategori aksesori seperti Basic, Basic Plus, Safety, Premium, Aero, dan Platinum Plus pada ketentuan tertentu. Tersedia pula diskon 15-20 persen untuk aksesori parsial. Untuk konsumen yang masih ingin merasakan produknya sebelum membeli, MMKSI menyediakan fasilitas test drive. Ini menjadi salah satu bagian penting dalam strategi Mitsubishi karena Xforce HEV memang membawa pengalaman berkendara yang berbeda dibandingkan Xforce bermesin bensin. Mitsubishi New Xforce Hybrid Dari sisi harga, selama periode peluncuran Xforce HEV ditawarkan Rp445 juta OTR Jabodetabek. Sementara varian Xforce Exceed dibanderol Rp388 juta dan Ultimate Rp399 juta. Untuk varian Ultimate dan HEV tersedia pilihan Premium Package dengan tambahan sejumlah fitur kenyamanan dan teknologi. Selisih harga dengan varian bensin membuat konsumen memiliki pilihan yang cukup jelas. Mereka yang mengutamakan harga awal dapat memilih Xforce ICE, sedangkan konsumen yang menginginkan pengalaman elektrifikasi tanpa harus bergantung pada fasilitas pengisian eksternal dapat mempertimbangkan Xforce HEV. Pada akhirnya, daya tarik utama Xforce HEV bukan hanya terletak pada label hybrid. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi manfaat yang bisa dirasakan setiap hari. Motor listrik memberikan respons yang lebih instan. Mesin bensin tetap memberikan fleksibilitas perjalanan jauh. Sistem bekerja otomatis sehingga pengemudi tidak perlu memikirkan pengaturan energi secara rumit. Ditambah kemampuan adaptasi melalui tujuh mode berkendara, kenyamanan kabin, serta fitur keselamatan yang lengkap. Mitsubishi New Xforce Hybrid Semua itu memperlihatkan arah baru Mitsubishi di Indonesia. Elektrifikasi tidak harus selalu hadir dalam bentuk mobil listrik murni. Bagi sebagian konsumen, hybrid bisa menjadi jembatan yang lebih masuk akal untuk berpindah dari kendaraan konvensional menuju era elektrifikasi. Dan lewat Xforce HEV, Mitsubishi sedang mencoba membangun jembatan tersebut dari Indonesia. Bukan hanya sebagai tempat penjualan, tetapi juga sebagai basis produksi untuk pasar ASEAN. Di tengah persaingan SUV yang semakin ketat, pertanyaan akhirnya bukan lagi sekadar siapa yang memiliki teknologi paling baru. Pertanyaan yang lebih relevan adalah siapa yang mampu membuat teknologi tersebut benar-benar berguna dalam kehidupan sehari-hari. Xforce HEV mencoba menjawab pertanyaan itu dengan cara Mitsubishi: mempertahankan karakter SUV, menambahkan elektrifikasi, dan membuat keduanya bekerja tanpa memaksa pengemudi mengubah cara mereka menikmati perjalanan.