Mitsubishi Indonesia merekomendasikan penggunaan bahan bakar beroktan RON 95 pada New XForce Hybrid Electric Vehicle (HEV). Meski demikian, SUV B-segment hybrid 5-penumpang tersebut masih dapat beroperasi dengan aman menggunakan BBM RON 90. Rekomendasi tersebut berkaitan dengan mesin baru yang digunakan XForce HEV. Varian hybrid mengusung mesin bensin 1.6 liter DOHC MIVEC yang dipadukan motor listrik. Motor listriknya menghasilkan tenaga 115 Tk dengan torsi 255 Nm, sedangkan mesin bensinnya menyumbang tenaga 106 Tk dan torsi 134 Nm. Selain kapasitas mesin yang lebih besar, rasio kompresinya juga meningkat menjadi 14:1, lebih tinggi dibanding XForce reguler. Mitsubishi New Xforce Hybrid Head of Product Planning Department Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Nur Ali Said mengatakan, penggunaan BBM RON 95 menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan performa dan efisiensi yang optimal. "Saat ini kita merekomendasikan tetap di RON 95 ya, cuma minimumnya itu tetap bisa di RON 90," katanya saat peluncuran belum lama ini. Meski merekomendasikan RON 95, pihak Mitsubishi memastikan penggunaan BBM RON 90 tidak akan menimbulkan masalah pada mesin. Alasannya yaotu XForce HEV telah dibekali sistem yang mampu menyesuaikan pengapian dengan kualitas bahan bakar yang digunakan. Deputy Group Head of Aftersales Strategy MMKSI Irwansyah Siregar menjelaskan, sistem tersebut dirancang agar kendaraan tetap dapat beroperasi dengan aman meski menggunakan BBM beroktan lebih rendah. Mitsubishi New Xforce Hybrid "Memang rekomendasi terbaik itu RON 95 untuk mendapatkan efisiensi dan performa dari kendaraan. Tapi di kendaraan kita sini sudah dilengkapi ada suatu sistem untuk bisa mengadaptasi terhadap kondisi RON yang variable tadi," katanya. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan RON 90 tetap memiliki konsekuensi terhadap performa dan konsumsi bahan bakar. "Memang pasti ada konsekuensi kalau pakai RON 90 terjadi penurunan sedikit di sisi efisiensi dan juga performa, tapi tetap aman untuk digunakan di kendaraan," ujarnya. Sistem Hybrid Sistem hybrid mobil ini bekerja otomatis. Pengemudi tidak perlu mengatur kapan motor listrik atau mesin bensin bekerja karena seluruh proses dikendalikan secara otomatis oleh sistem hybrid. Sistem akan menganalisis berbagai kondisi, mulai dari kecepatan kendaraan, karakter jalan, beban kendaraan, hingga kapasitas baterai. Mitsubishi New Xforce Hybrid Berdasarkan hasil analisis tersebut, mobil akan menentukan sumber tenaga yang paling efisien, baik menggunakan motor listrik sepenuhnya, kombinasi motor listrik dan mesin bensin, maupun mesin bensin untuk mengisi ulang baterai. Saat kendaraan melambat atau menuruni jalan, motor listrik juga berfungsi sebagai generator melalui teknologi regenerative braking. Energi yang dihasilkan saat pengereman akan diubah menjadi listrik dan disimpan kembali ke baterai. Long EV Drive yang memungkinkan mobil melaju menggunakan motor listrik lebih lama dibandingkan generasi hybrid sebelumnya. Pada banyak kondisi, seperti saat mulai berjalan, melaju di kemacetan, atau digunakan di jalan perkotaan, motor listrik menjadi sumber tenaga utama. Mitsubishi New Xforce Hybrid Hal ini membuat akselerasi terasa lebih responsif, penyaluran tenaga lebih halus, sekaligus membuat kabin lebih senyap. Tujuh Mode Berkendara Mitsubishi juga membekali New Xforce HEV dengan tujuh mode berkendara, yaitu Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Priority, hingga Charge. Mode Tarmac memberikan respons akselerasi lebih agresif di jalan beraspal. Sementara EV Priority memprioritaskan penggunaan tenaga listrik selama kondisi memungkinkan agar konsumsi BBM semakin hemat. Adapun Charge Mode memungkinkan mesin bensin mengisi daya baterai sesuai kebutuhan sehingga kapasitas baterai tetap terjaga saat diperlukan.