Mitsubishi resmi meluncurkan XForce Hybrid di Indonesia. Model ini melengkapi lini XForce yang sebelumnya hanya tersedia dengan mesin bensin konvensional. Perbedaan XForce Hybrid tidak hanya terletak pada sistem penggerak, tetapi juga pemanis pada eksterior, fitur kenyamanan, dan teknologi yang menunjang pengalaman berkendara. Dari sisi tampilan, XForce Hybrid dibedakan melalui aksen baru pada gril depan, desain pelek 18 inci khusus varian HEV, roof garnish, serta lampu belakang beraksen clear smoke. Identitas sebagai model elektrifikasi juga diperkuat dengan penyematan emblem HEV di bagian depan dan emblem Hybrid EV di kedua sisi bodi. Mitsubishi XForce HEV Kabinnya kini memakai panoramic glass roof yang membuat ruang kabin terasa lebih lapang dan terang. Fitur kenyamanan juga ditingkatkan pakai layar 12,3 inci yang dapat menampilkan fitur Energy Flow yang memungkinkan pengemudi memantau aliran tenaga dari mesin, motor listrik, hingga baterai secara real time. Penggerak XForce Hybrid mengusung sistem penggerak yang memadukan mesin bensin 1.6 liter DOHC MIVEC berkode 4A92 dengan motor listrik. Mesin bensin menghasilkan tenaga 105,5 Tk dengan torsi 134 Nm, sedangkan motor listrik mampu menyemburkan tenaga 114 Tk dan torsi 255 Nm. Mitsubishi XForce HEV Tenaga tersebut disalurkan melalui sistem Shift by Wire (electric shifter) yang diklaim mampu memberikan perpindahan transmisi lebih halus. Driving Mode Untuk meningkatkan pengalaman berkendara, Mitsubishi juga menambahkan dua mode berkendara baru, yakni EV Mode dan Charge Mode. Keduanya melengkapi lima mode berkendara yang sudah tersedia, yaitu Normal, Wet, Gravel, Mud, dan Tarmac yang sebelumnya tersedia di Destinator, sehingga total terdapat tujuh Drive Mode. EV Mode memungkinkan mobil melaju menggunakan tenaga listrik murni dalam kondisi tertentu, sedangkan Charge Mode berfungsi mengisi daya baterai saat berkendara.