Di tengah derasnya persaingan mobil listrik di Indonesia, salah satu raksasa Jepang, yaitu Mitsubishi justru mengambil langkah berbeda. Alih-alih langsung memperluas jajaran kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV), Mitsubishi memilih memperkenalkan mobil hybrid lewat New XForce HEV. Kehadiran XForce HEV sendiri menjadi penanda dimulainya strategi elektrifikasi Mitsubishi di Indonesia melalui teknologi hibdrida. Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Atsushi Kurita mengatakan, keputusan tersebut bukan diambil tanpa alasan. Menurutnya strategi Mitsubishi di Indonesia merupakan bagian dari arah bisnis global perusahaan yang lebih mengutamakan penguatan produk di kawasan ASEAN. Mitsubishi Xforce Hybrid Meluncur di Indonesia Juli 2026 "Mitsubishi Motors telah mengumumkan mid-term business plan sekitar satu bulan lalu. Filosofi dari rencana jangka menengah tersebut adalah memperkuat lini produk di kawasan ASEAN, khususnya segmen SUV," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/7/2026). "Dengan kondisi tersebut, secara global Mitsubishi Motors menilai produk yang paling sesuai untuk pasar ASEAN saat ini adalah kendaraan hybrid (HEV) dan internal combustion engine (ICE) atau bermesin pembakaran internal," katanya. Pasar Menurut Kurita, strategi tersebut disusun dengan mempertimbangkan karakteristik pasar di kawasan ASEAN yang masih memiliki kebutuhan berbeda dengan negara-negara lain. Mitsubishi menilai teknologi hybrid masih menjadi solusi yang relevan untuk menjembatani kebutuhan konsumen yang menginginkan efisiensi bahan bakar tanpa harus bergantung pada fasilitas pengisian daya. "Karena itu, solusi yang ditawarkan kepada konsumen di Indonesia, dan ASEAN pada umumnya, saat ini adalah kendaraan hybrid dan ICE (konvensional)," ujarnya. Mitsubishi XForce HEV Berbeda Strategi di setiap kawasan tidak disamaratakan. Di beberapa negara, Mitsubishi memang telah menghadirkan mobil listrik murni melalui kerja sama dalam aliansi global. Namun, sekali lagi, kata Kurita, pendekatan tersebut belum menjadi fokus utama untuk pasar ASEAN. "Tentu ada negara-negara lain yang bekerja sama dengan Mitsubishi Motors melalui aliansinya, sehingga dapat menghadirkan beberapa model kendaraan listrik murni (EV), terutama di kawasan Eropa," katanya. "Namun, untuk pasar ASEAN, fokusnya tetap pada kendaraan hybrid dan ICE. Strategi penguatan produk hybrid juga tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di Thailand dan Filipina," ujarnya. Artinya, Indonesia bukan menjadi satu-satunya negara yang dipilih Mitsubishi untuk mengembangkan kendaraan berjantung hibrida. Strategi serupa juga diterapkan di Thailand dan Filipina sebagai bagian dari penguatan pasar ASEAN.