Kinerja ekspor industri kendaraan roda empat atau lebih Indonesia mencatatkan tren positif sepanjang semester pertama 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor mobil utuh buatan dalam negeri (completely built up/CBU) sepanjang Januari-Juni 2026 tercatat sebanyak 251.705 unit. Jumlah itu meningkat 7,7 persen dibanding tahun lalu dengan 233.648 unit. Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada ekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD). Pada semester I/2026, performanya naik 37,7 persen year-on-year (yoy) atau dari 28.639 set unit menjadi 39.430 set unit. Ilustrasi ekspor mobil Toyota Sementara ekspor komponen mencatatkan pertumbuhan paling signifikan. Volume pengirimannya melonjak 45,7 persen, dari 66.524.723 pis pada Januari-Juni 2025 menjadi 96.933.323 pis pada tahun ini. Meski demikian, kinerja bulanan bervariasi. Pengiriman CBU pada Juni 2026 turun 6,5 persen dari Mei 2026, sedangkan ekspor CKD masih tumbuh 3,4 persen. Adapun ekspor komponen terkoreksi 36,9 persen. Kontributor Utama Toyota kembali menjadi eksportir mobil utuh terbesar dari Indonesia dengan total pengiriman mencapai 80.820 unit sepanjang semester pertama 2026. Posisi berikutnya ditempati Daihatsu dengan 66.004 unit, disusul Mitsubishi Motors sebanyak 62.145 unit. Hyundai berada di peringkat keempat dengan 22.147 unit, sementara Suzuki melengkapi lima besar melalui ekspor 9.584 unit. Pada ekspor CKD, Mitsubishi Motors menjadi kontributor terbesar dengan volume 25.490 set unit atau menguasai lebih dari separuh total ekspor CKD nasional. Selanjutnya ada Hyundai dengan 7.230 set unit, Suzuki 6.092 set unit, dan Wuling sebanyak 618 set unit. China mengekspor sekitar tujuh juta unit mobil per tahun, di mana hampir setengahnya merupakan kendaraan listrik. Dominasi Toyota juga terlihat pada ekspor komponen. Pabrikan mengirimkan 89.207.465 pis ke berbagai negara tujuan ekspor, atau menyumbang lebih dari 90 persen dari total ekspor komponen Indonesia selama semester pertama 2026. Sementara Honda berada di posisi kedua dengan ekspor 7.006.780 pis, diikuti Hino sebanyak 665.480 pis. Hyundai dan Suzuki masing-masing mencatatkan ekspor komponen sebesar 31.566 pis dan 22.032 pis. Berikut rapor ekspor mobil dari Indonesia Januari-Juni 2026: Toyota: 80.820 unit Daihatsu: 66.004 unit Mitsubishi Motors: 62.145 unit Hyundai: 22.147 unit Suzuki: 9.584 unit Honda: 7.211 unit Isuzu: 2.802 unit Wuling: 840 unit Hino: 152 unit Ekspor CKD Mitsubishi Motors: 25.490 set unit Hyundai: 7.230 set unit Suzuki: 6.092 set unit Wuling: 618 set unit Ekspor Komponen Toyota: 89.207.465 pis Honda: 7.006.780 pis Hino: 665.480 pis Hyundai: 31.566 pis Suzuki: 22.032 pis