– Setelah resmi meluncur di Indonesia, Kamis (16/7/2026), saya mendapat kesempatan menjajal Mitsubishi XForce Hybrid Electric Vehicle (HEV). Pengujian berlangsung satu hari dengan rute cukup lengkap, mulai dari jalan perkotaan, jalan tol, lintasan berbatu (gravel), hingga menguji akselerasi, handling, dan performa di Bridgestone Proving Ground, Karawang, Jawa Barat. Perjalanan dimulai dari kantor PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (17/7/2026). Pada etape pertama saya duduk di bangku penumpang menuju lokasi lintasan gravel di Karawang. Kesan pertama yang langsung terasa adalah ruang kabin baris kedua yang lega. Posisi duduk cukup nyaman untuk perjalanan jauh, ditambah hadirnya panoramic sunroof yang membuat kabin terasa lebih lapang dan premium. Mitsubishi New Xforce Hybrid Panoramic sunroof sebetulnya membuat suhu kabin sedikit lebih hangat saat cuaca terik. Namun, menurut Mitsubishi, fitur ini merupakan salah satu masukan yang paling banyak diminta konsumen Indonesia. Hal lain yang cukup terasa adalah karakter suspensinya. Dibandingkan XForce bermesin bensin yang pernah saya coba sebelumnya, XForce HEV memiliki bantingan yang lebih lembut. Bahkan saat melintasi Jalan Tol MBZ yang permukaannya cukup bergelombang, guncangan masih mampu diredam dengan baik. Menjajal Jalur Batu Sesampainya di area Cross Country Experience di Karawang, saya berganti posisi menjadi pengemudi. Jalur pertama yang dicoba adalah lintasan berbatu dengan menggunakan Gravel Mode. Awalnya panitia menyarankan kecepatan sekitar 30 km per jam. Namun, saya mencoba memacu mobil hingga mendekati 50 km per jam. Mitsubishi XForce HEV Alasannya ialah pada kecepatan 30 km per jam, mobil ini masih terasa nyaman sehingga saya penasaran bagaimana karakternya jika dipacu lebih cepat. Hasilnya cukup mengejutkan. Mobil tetap mudah dikendalikan meski melaju di atas permukaan berbatu. Saat diajak berbelok tajam, bodi tetap terkendali dan tidak terasa liar. Menurut saya, Gravel Mode membuat mobil lebih percaya diri saat melintasi jalan dengan traksi rendah Setir terasa lebih berbobot, sementara sistem penggerak mampu mengurangi gejala selip sehingga mobil tetap stabil. Proving Ground Pengujian kemudian berlanjut ke Bridgestone Proving Ground. Saya berada satu mobil bersama dua rekan media nasional dan seorang instruktur dari Mitsubishi. Di lokasi ini, kami mencoba berbagai simulasi berkendara, mulai dari akselerasi, pengereman, cornering, hingga merasakan body roll kendaraan. Mitsubishi XForce HEV Dua mode berkendara menjadi fokus utama, yakni EV Mode dan Tarmac Mode. Saya lebih dulu mencoba EV Mode. Pada mode ini, mobil akan memprioritaskan penggunaan tenaga dari baterai sehingga mesin bensin bekerja seminimal mungkin. Menariknya, meski hanya mengandalkan motor listrik, akselerasinya tetap terasa responsif. Tarikan awal instan khas mobil listrik langsung terasa saat pedal gas diinjak. Namun disebutkan bahwa sistem akan mempertimbangkan posisi pedal gas, kapasitas baterai, hingga kondisi jalan sebelum menentukan kapan mesin bensin ikut bekerja. Sebelumnya, pereli nasional sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi, Rifat Sungkar, yang sudah menjajal XForce HEV mengatakan bahkan EV Mode masih bisa bekerja hingga kecepatan sekitar 120 km per jam. Mitsubishi New Xforce Hybrid Tarmac Setelah mencoba EV Mode, saya beralih ke Tarmac Mode, mode berkendara yang sebelumnya diperkenalkan pada Mitsubishi Destinator. Pada XForce, mode ini hanya tersedia pada varian HEV dan tidak dimiliki XForce bermesin bensin. Menurut saya, Tarmac Mode menjadi mode berkendara yang paling menyenangkan, karena memang dirancang buat jalan beraspal. Karakter mobil langsung berubah. Respons pedal gas terasa lebih sigap, setir lebih mantap, dan mobil menjadi lebih percaya diri saat diajak bermanuver. Saat melakukan akselerasi dari posisi diam, tenaga terasa keluar lebih spontan. Begitu juga ketika memasuki tikungan, mobil terasa lebih mudah diarahkan tanpa mengorbankan kenyamanan. Menurut Dery, dari bagian aftersales Mitsubishi yang menemani dari Jakarta, pada dasarnya Mode Tarmac meningkatkan semua kemampuan mobil untuk bisa dipacu lebih agresif. Mitsubishi New Xforce Hybrid EV Mode dan Charge Mode Selain Tarmac Mode, XForce HEV memiliki dua fitur yang tidak dimiliki model Mitsubishi lain yang dipasarkan di Indonesia saat ini, yakni EV Mode dan Charge Mode. EV Mode membuat mobil lebih banyak menggunakan tenaga dari baterai sehingga sensasi berkendaranya mirip mobil listrik. Karena mesin bensin lebih jarang aktif, konsumsi bahan bakar pun bisa ditekan. Sementara itu, Charge Mode berfungsi mempercepat pengisian daya baterai menggunakan mesin bensin. Rekan saya di mobil sempat mencoba fitur tersebut setelah kapasitas baterai turun hingga satu bar akibat penggunaan EV Mode. Setelah Charge Mode diaktifkan, indikator baterai meningkat cukup cepat hingga lima bar dari total enam bar. Menurut Dery, pengisian daya melalui Charge Mode jauh lebih cepat dibandingkan jika mobil dibiarkan mengisi baterai secara otomatis pada Normal Mode. "Mode charged ini kurang lebih 150 detik dari satu bar ke 5 bar (mengisinya). Cuma kira-kira satu lagu. Kalau pakai mode biasa paling cuma 3-4 bar saja," ucap Dery. Mitsubishi New Xforce Hybrid Konsumsi BBM Saya hanya mencatat konsumsi BBM dari Jakarta sampai Proving Ground di Karawang. Total jaraknya kurang lebih 120 km. Selama pengetesan mesin mobil dibiarkan hidup, baik saat makan siang maupun ibadah salat Jumat. Hasilnya berdasarkan MID, konsumsi terbaik saya ialah 20,8 km per liter. Adapun yang paling boros ialah saat main gravel yaitu 19 km per liter. Tentu saja pengetesan ini tidak bisa jadi patokan. Untuk diketahui, mobil diisi empat pria dewasa dengan barang bawaan. Kemudian cara berkendara tidak dibuat untuk irit-iritan. Sebagai perbandingan, Rigat Sungkar mengetes konsumsi BBM XForce Hybrid dari Jakarta-Bali hanya dengan satu tangki bahan bakar. Hasilnya Rifat mencatat jarak 1.172 km dari Jakarta menuju Bali hanya dengan satu tangki bahan bakar, dengan kecepatan rata-rata sekitar 70-80 km/jam. Mitsubishi XForce HEV Artinya kalau jarak dibagi dengan tangki bensin 42 liter, maka konsumsi mobil ini setara 28 km per liter. Kesan Secara keseluruhan, XForce HEV merupakan senjata Mitsubishi bergelut di SUV B-Segment hybrid lima penumpang. XForce HEV membawa tugas yang cukup menantang, karena akan bersaing dengan Toyota Yaris Cross HEV dan Honda HR-V HEV. Serta beberapa merek China yang kini mengusung teknologi hybrid dan juga PHEV. Sebagai "peluru awal" di segmen hybrid, XForce HEV punya beberapa modal yang baik, tidak hanya terasa dari sisi efisiensi, tetapi juga kenyamanan berkendara. Suspensi yang lebih empuk, kabin yang lebih senyap, serta hadirnya berbagai mode berkendara membuat karakter mobil ini juga terasa berbeda dibandingkan XForce bermesin bensin.