Mobil hybrid dengan daya jelajah lebih dari 1.000 kilometer dalam kondisi tangki bahan bakar penuh kini bukan lagi hal yang baru. Sejumlah pabrikan mampu menghadirkan efisiensi tinggi sehingga kendaraan dapat menempuh perjalanan jarak jauh tanpa harus mengisi ulang bahan bakar. Namun, Mitsubishi menilai capaian tersebut bukan satu-satunya indikator untuk mengukur kemampuan sistem hybrid pada produk barunya Mitsubishi XForce HEV. Pabrikan asal Jepang itu menyoroti bagaimana kendaraan tetap mampu mempertahankan efisiensi pada kecepatan yang lebih tinggi. Hal tersebut disampaikan pereli nasional sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar, usai melakukan pengujian XForce Hybrid dari Jakarta menuju Bali. Mitsubishi XForce HEV Berdasarkan pengujiannya, XForce HEV berhasil menempuh jarak 1.172,7 kilometer dengan satu tangki penuh bensin berkapasitas 42 liter. Konsumsi bahan bakarnya tercatat sekitar 27,9 kilometer per liter, dengan kecepatan rata-rata perjalanan berada di kisaran 70-90 kilometer per jam. "Memang tadi ada statement bahwa beberapa merek lain kalau soal 1.000 kilometer pasti dapat saja. Tapi yang bisa ditanyakan kepada merek lain, perbedaannya adalah pada kecepatan berapa mereka mencapai 1.000 kilometer," kata Rifat di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8/2026). "Kelebihan kami di sini adalah bisa merasakan kapasitasnya punya two-speed hybrid, sehingga pada kecepatan yang saya sampaikan ini, sampai 121 kilometer per jam, mobil ini masih bisa dipilih," katanya. "Karena biasanya parameter penggunaan hybrid itu di bawah 60 kilometer per jam. Itu memang seharusnya menjadi konsep normal hybrid. Prinsipnya start and go, di kondisi traffic dia memakai motor listrik, tapi kalau di atas itu mesinnya selalu bekerja," ujar Rifat. Mitsubishi XForce HEV Rifat menjelaskan, salah satu keunggulan XForce HEV adalah penggunaan transaxle dua percepatan. Teknologi ini membuat motor listrik tetap menjadi penggerak utama pada berbagai kondisi berkendara, sementara mesin bensin bekerja saat dibutuhkan untuk menjaga efisiensi dan performa. "Sementara mobil ini punya transaxle, jadi ada yang namanya low dan high. Jadi motor listriknya selalu menjadi prioritas," ungkapnya, Efisiensi di Tanjakan Selain efisiensi di jalan datar, Rifat mengatakan sistem hybrid pada XForce HEV juga menunjukkan karakter berbeda saat melintasi jalur pegunungan. Menurut dia, kemampuan regenerasi energi saat deselerasi dan turunan membuat baterai kembali terisi lebih cepat sehingga motor listrik tetap dapat bekerja secara optimal. "Terus nomor dua, yang tadi saya cerita di belakang. Saya baru paham bahwa mobil hybrid itu secara logika, kalau konstan pasti bensinnya irit, kan? Ternyata enggak. Bukan itu saja," katanya. Mitsubishi New Xforce Hybrid "Waktu saya masuk ke Bali, dari Bali Barat menuju Denpasar, jalannya tanjakan dan turunan. Mobil kami sudah menyalakan mesin bensin sejak turun kapal, di kilometer 1.027, saya ingat betul. Kami sampai tempat makan di kilometer 1.060, jadi kami merasa pekerjaan sudah selesai," ujarnya. Rifat mengatakan, waktu jalan di tanjakan, dia sudah menunggu bensin akan habis dan mogok. Tapi karena mobil ini punya _mode_Brake, saat turunan kondisi baterai bisa terisi dua kali lebih cepat. Jadi baterai mobil terisi lagi, lalu saat tanjakan berikutnya yang habis hanya setengah. "Turunan, terisi lagi. Jadi mungkin justru orang-orang yang tinggal di daerah pegunungan memakai hybrid ini juga menguntungkan. Saya baru tahu setelah perjalanan kemarin," katanya. "Jadi itulah bedanya kendaraan kami. Selain punya two-speed, kami juga punya mode yang memprioritaskan pengisian baterai," ujar Rifat. Mitsubishi New Xforce Hybrid "Prioritas pertamanya adalah penggunaan baterai. Makanya kapasitas mesin kami lumayan besar, 1.600 cc," katanya. Spesifikasi XForce HEV mengandalkan sistem hybrid e yang memadukan mesin bensin 1.6 liter empat silinder DOHC MIVEC Atkinson Cycle berkode 4A92 dengan motor listrik. Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 105,5 Tk (107 PS) dan torsi 134 Nm, sementara motor listriknya mampu menyemburkan tenaga 114 Tk (116 PS) dengan torsi 255 Nm. Sumber tenaga listrik berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 1,1 kWh. Seluruh tenaga disalurkan ke roda depan (FWD) melalui transmisi Shift by Wire dengan transaxle otomatis dua percepatan. Untuk menyesuaikan karakter berkendara di berbagai kondisi jalan, XForce HEV juga dibekali tujuh mode berkendara yang dirancang untuk mengoptimalkan performa sekaligus efisiensi energi.