Meski secara desain masih serupa dengan versi sebelumnya, namun bicara sensasi berkendara, tenaga, sampai urusan efisiensi bahan bakar, Mitsubishi Xforce Hybrid kini punya modal kuat untuk bersaing dengan para rivalnya. Transformasi Xforce sebagai sport utility vehicle (SUV) ringkas yang mengusung teknologi elektrifikasi juga bukan sekadar gimmick. Mitsubishi melakukan sejumlah penyempurnaan di beberapa sektor yang membuat pengalaman berkendara Xforce Hybrid semakin berbeda dibandingkan versi konvensional. Bicara tampilan memang tak banyak berubah, namun pada varian hybrid, terdapat beberapa emblem HEV sebagai pengenal atau penanda jati dirinya. Xforce Hybrid GIIAS 2026 Selain itu, lampu belakang juga dibalut nuansa gelap clear smoke yang mengentalkan kesan sporty, ditambah desain pelek 18 inci yang dibuat menarik sekaligus jadi pembeda dari varian konvensionalnya. Naik Kelas Perubahan juga hadir pada bagian interior. Meski masih menggunakan layout yang serupa, terdapat sejumlah sentuhan baru, termasuk desain transmisi dengan sistem e-shifter atau shift by wire. Penggunaan teknologi tersebut membuat tampilan tuas transmisi terlihat lebih elegan, sekaligus memberikan kesan modern layaknya mobil-mobil Eropa. Dari sejumlah pembaruan di sektor interior, perubahan paling signifikan terasa berkat hadirnya frameless panoramic roof yang dilengkapi electric shade. Mitsubishi New Xforce Hybrid Selain memberikan kesan lebih mewah, fitur tersebut membuat ruang kabin SUV ringkas ini terasa makin lapang. Kehadirannya juga menjadi salah satu jawaban Mitsubishi terhadap masukan dari konsumen Xforce sebelumnya. Untuk memberikan pengalaman berkendara dan kenyamanan yang berbeda, Mitsubishi turut menambah material peredam serta melakukan penyempurnaan pada insulator. Hasilnya, kabin terasa lebih kedap, baik dari kebisingan jalan raya maupun suara mesin. Hal ini menjadi salah satu nilai tambah pada Xforce Hybrid, terutama bagi pengendara yang mengutamakan kenyamanan selama perjalanan. Mitsubishi juga memberikan sejumlah pembaruan lain, seperti Smart Display Audio dengan layar 12,3 inci, perangkat audio Yamaha, pilihan mode berkendara yang lebih bervariasi, serta penyempurnaan suspensi untuk meningkatkan kenyamanan tanpa mengorbankan pengendalian. Mitsubishi New Xforce Hybrid Hal ini sekaligus jadi nilai tambah baru. Mitsubishi seakan ingin mengkolaborasikan sisi kemewahan dan kenyamanan yang lebih "fresh" pada kabin Xforce HEV yang menjadi produk hybrid pertamanya di Indonesia. Belum lagi ditambah dengan beberapa fitur lainnya seperti layar Smart Display Audio kini memiliki dimensi 12,3 inci, perangkat speaker Yamaha, pilihan mode berkendara yang lebih bervarisi, sampai dukungan kenyamanan dalam perjalanan berkat racikan ulang suspensinya. Beda Mesin Beda Rasa Dari sisi teknis, perbedaan Xforce Hybrid dengan versi konvensional semakin terasa pada sektor mesin. Mitsubishi Xforce Hybrid mengusung mesin berkapasitas 1.600 cc, lebih besar dibandingkan mesin 1.500 cc pada Xforce konvensional. Xforce Hybrid GIIAS 2026 Mesin 1.6 liter DOHC MIVEC tersebut diklaim dibangun khusus untuk dipadukan dengan teknologi hybrid generasi kedua. Menurut Brand Ambassador Mitsubishi Rifat Sungkar, mesin tersebut juga menggunakan rasio kompresi yang lebih tinggi. "Mesin ICE Xforce 1.500 cc itu (kompresinya) 10:1, untuk yang hybrid 14:1," kata Rifat di sela-sela GIIAS 2026. Berdasarkan data di atas kertas, motor listrik Xforce Hybrid mampu menghasilkan tenaga 114 Tk dengan torsi 255 Nm. Sementara mesin bensinnya menghasilkan tenaga 106 Tk dan torsi 134 Nm. Saat melakukan pengujian singkat, perbedaan tersebut cukup terasa. Sejak putaran bawah, pengendara sudah disajikan tenaga yang padat dan responsif ketika pedal gas diinjak. Karakter tersebut membuat Xforce Hybrid sigap saat diajak berakselerasi. Tenaga motor listrik yang tersedia sejak awal juga membuat respons mobil terasa lebih spontan, terutama ketika digunakan di kecepatan rendah. Mitsubishi New Xforce Hybrid Tidak hanya soal tenaga, penyempurnaan pada sektor suspensi ikut memberikan kenyamanan berkendara yang lebih baik. Meski demikian, karakter pengendaliannya tetap terasa presisi ketika mobil diajak bermanuver. Hybrid Hal yang paling menarik dari Xforce Hybrid tentu terletak pada teknologi elektrifikasinya. Sistem hybrid yang digunakan memprioritaskan peran motor listrik, baik pada kecepatan rendah maupun tinggi. Strategi tersebut memungkinkan penggunaan mesin bensin ditekan sesuai kebutuhan, sehingga konsumsi bahan bakar bisa lebih efisien. Menurut Rifat, karakter tersebut tidak lepas dari penggunaan sistem two-speed transaxle yang dapat mengatur kerja motor listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan berkendara. Mitsubishi New Xforce Hybrid "Biasanya hybrid bekerja optimal pada kecepatan rendah atau stop and go. Tapi di mobil ini (Xforce Hybrid), pada kecepatan tinggi motor listrik masih bisa (bekerja) karena sistem two-speed transaxle yang berbeda," kata Rifat. Selain itu, sejumlah fitur pendukung juga dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan motor listrik dan menekan kerja mesin bensin. Salah satunya regenerative braking yang berfungsi mengubah energi saat deselerasi menjadi energi listrik untuk mengisi kembali baterai. Xforce Hybrid juga memiliki tujuh mode berkendara. Salah satunya adalah Charge Mode yang dapat digunakan untuk memprioritaskan pengisian daya baterai melalui sistem hybrid. Ketika mode tersebut digunakan, sistem akan mengoptimalkan pengisian baterai sehingga motor listrik dapat digunakan lebih aktif ketika dibutuhkan. Kombinasi tersebut membuat pengendara bisa menikmati sensasi berkendara menggunakan tenaga listrik lebih lama melalui EV Mode. Di sisi lain, penggunaan motor listrik yang lebih optimal juga berpotensi menekan konsumsi bahan bakar sekaligus emisi kendaraan. Mitsubishi Xforce Hybrid GIIAS 2026 Dengan sejumlah perubahan tersebut, Xforce Hybrid tidak hanya menawarkan tambahan teknologi elektrifikasi. Mitsubishi juga memberikan sejumlah penyempurnaan pada kenyamanan, performa, hingga karakter berkendara yang membuatnya terasa berbeda dibandingkan Xforce konvensional.