Mitsubishi Pajero baru saja memasuki babak baru dengan peluncuran generasi kelima secara global. Momentum ini menjadi kesempatan menarik untuk menengok kembali perjalanan panjang SUV legendaris asal Jepang tersebut. Dikutip dari laman Mitsubishi Global, terdapat banyak model dari tiap generasi Pajero yang meluncur. Sebut saja di generasi pertama dan kedua, dari ikut Reli Dakar sampai versi yang dijual terbatas. Generasi Pertama, Awal Sebuah Legenda Pajero pertama kali diperkenalkan pada Mei 1982. Kehadirannya mengubah cara pandang terhadap kendaraan 4WD, karena memadukan kemampuan off-road yang tangguh dengan kenyamanan berkendara harian yang sebelumnya jarang ditemukan pada mobil sejenis. Mitsubishi Pajero generasi pertama Kombinasi tersebut membuat Pajero tidak lagi sekadar kendaraan penjelajah, melainkan gaya hidup. Di Jepang, kehadirannya bahkan turut memicu tren auto-camping yang populer pada masanya. Setahun berselang, tepatnya Maret 1983, Mitsubishi memperluas jajaran Pajero dengan varian bodi yang ringkas, disusul versi wheelbase panjang pada Juli di tahun yang sama, serta transmisi otomatis pada 1985. Tahun 1985 juga menjadi momen bersejarah lain bagi Pajero, saat mobil ini meraih kemenangan perdana secara keseluruhan di ajang Reli Paris-Dakar, ajang balap ketahanan paling berat di dunia kala itu. Pada 1987, Mitsubishi menghadirkan trim mewah bernama Exceed, lengkap dengan interior premium dan jok berbahan kulit. Sentuhan kenyamanan setara mobil penumpang ini berhasil memperluas basis konsumen Pajero. Generasi pertama pun tercatat terjual sekitar 630.000 unit secara global. Mitsubishi Pajero generasi kedua Generasi Kedua, Era Kejayaan di Dunia Generasi kedua Pajero meluncur pada Januari 1991 dengan ruang kabin yang lebih lega, termasuk opsi kursi tiga baris. Generasi ini juga menjadi yang pertama mengusung sistem Super Select 4WD, yang menggabungkan keunggulan sistem full-time dan part-time sehingga perpindahan mode 4WD bisa dilakukan sambil berkendara. Momentum booming ski di Jepang pada era 1990-an turut mendongkrak popularitas Pajero generasi kedua. SUV ini menjadi pemandangan umum di area parkir resor ski sekaligus simbol status bagi generasi masanya. Generasi ini juga tercatat sebagai model produksi massal pertama di dunia yang menggunakan mesin GDI (Gasoline Direct Injection). Popularitas Pajero melahirkan sejumlah turunan pada periode ini. Pada 1994, hadir Pajero Mini yang memadukan karakter Pajero dengan format kei car, dilengkapi mesin turbo intercooler 20 valve dan sistem Easy Select 4WD. Mitsubishi Pajero Evolution Setahun kemudian, giliran Pajero Junior diperkenalkan sebagai jawaban bagi konsumen yang menganggap Pajero reguler terlalu besar namun Pajero Mini terlalu kecil. Model ini mengusung mesin 1,1 liter dengan fender yang lebih lebar. Pada 1996, Mitsubishi memperkenalkan Challenger, yang di pasar Amerika Utara dikenal sebagai Montero Sport. Model ini dibangun di atas sasis Pajero generasi kedua dengan desain yang lebih rendah dan cocok untuk penggunaan perkotaan. Setahun berikutnya, Pajero Evolution hadir dengan mesin 3,5 liter khusus dan kap mesin berbahan aluminium untuk memangkas bobot demi performa maksimal. Tahun 1998 menjadi tahun yang sibuk bagi lini Pajero. Pajero iO diperkenalkan sebagai penerus Pajero Junior dengan mesin GDI 1,8 liter dan sistem Super Select 4WD-i, hasil kolaborasi desain dengan rumah desain Pininfarina asal Italia. Di tahun yang sama, Pajero Mini generasi kedua juga hadir dengan bodi RISE yang lebih aman serta wheelbase yang diperpanjang. Mitsubishi Pajero generasi ketiga Generasi Ketiga, Beralih ke Konstruksi Monokok Oktober 1999 menandai kelahiran generasi ketiga Pajero, yang menjadi tonggak penting karena beralih ke konstruksi monocoque body dengan rangka ladder terintegrasi. Perubahan ini meningkatkan stabilitas dan kenyamanan berkendara di jalan raya tanpa mengorbankan kemampuan menjelajah medan berat, menjadikan Pajero semakin diakui sebagai SUV segala medan kelas dunia. Dominasi Pajero di ajang reli berlanjut pada 2003, ketika pembalap Hiroshi Masuoka mengantarkan kemenangan beruntun di Reli Dakar, menegaskan reputasi Pajero sebagai kendaraan tangguh yang teruji di lintasan paling ekstrem sekalipun. Mitsubishi Pajero generasi keempat Generasi Keempat, Puncak Kematangan Teknologi Generasi keempat diperkenalkan pada Oktober 2006, membawa perpaduan kemampuan off-road hasil pengujian di Reli Dakar dengan peningkatan sisi keselamatan dan kenyamanan. Salah satu teknologi andalannya adalah ASTC (Active Stability and Traction Control) yang dirancang untuk memberikan rasa percaya diri lebih bagi pengemudi agar selalu bisa kembali dengan selamat. Pada 2010, Mitsubishi melengkapi lini generasi keempat dengan mesin diesel turbo 3,2 liter empat silinder segaris yang memenuhi standar emisi jangka panjang, menjawab kebutuhan pasar akan performa yang lebih ramah lingkungan. Akhir Produksi Global dan Kebangkitan Generasi Kelima Produksi global Pajero resmi berhenti pada 2021, menutup perjalanan 39 tahun sejak debutnya pada 1982. Sepanjang masa produksinya, Pajero tercatat terjual sekitar tiga juta unit di lebih dari 170 negara dan wilayah di dunia. Kini, setelah beberapa tahun vakum, Mitsubishi resmi memperkenalkan generasi kelima Pajero secara global, membuka babak baru bagi salah satu SUV paling ikonik asal Jepang ini untuk kembali menyapa penggemarnya di seluruh dunia.