Audi mengubah strategi pengembangan produknya dengan tidak lagi mengandalkan konsep satu model untuk seluruh pasar global. Pabrikan asal Jerman tersebut kini memilih merancang kendaraan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan konsumen di masing-masing wilayah. Dilansir dari Carscoops, pabrikan menilai preferensi konsumen di berbagai belahan dunia kini semakin beragam sehingga pendekatan 'one size fits all' sudah tidak lagi efektif. Mobil balap Audi R8 milik Valentino Rossi Kepala Bagian Teknis Audi, Rouven Mohr, mengatakan, konsep mobil global tidak lagi relevan karena kebutuhan konsumen di Amerika Serikat, China, maupun Eropa sudah sangat berbeda. "Saya pikir gagasan mobil global, yaitu satu mobil yang cocok untuk seluruh dunia, sudah berakhir. Jujur saja, konsep itu tidak lagi sesuai untuk pasar AS maupun China," ujar Mohr dikutip Minggu (5/7/2026). Perbedaan kebutuhan tersebut menjadi alasan Audi menggandeng produsen otomotif asal China, SAIC, untuk mengembangkan model yang dirancang khusus bagi pasar Negeri Tirai Bambu. Pasar China Di China, konsumen menginginkan kendaraan dengan teknologi digital yang canggih, mulai dari sistem infotainment yang menyerupai ponsel pintar hingga fitur bantuan mengemudi dan pengemudian otomatis terbaru. Sebaliknya, konsumen di Eropa masih cenderung menyukai antarmuka yang lebih sederhana dengan kombinasi layar digital, tombol fisik, serta sakelar konvensional. Meski demikian, Audi tetap menghadirkan panel instrumen digital melengkung pada sejumlah model yang dipasarkan di kawasan tersebut. Selain menyesuaikan produk dengan kebutuhan tiap pasar, Audi juga mempercepat proses pengembangan kendaraan baru. Pabrikan berlogo empat cincin itu bahkan menerapkan pola kerja bergaya 'China speed' dengan membentuk tim proyek khusus agar proses pengambilan keputusan dan persetujuan internal berlangsung lebih cepat. Dua unit mobil Audi yang dipajang di mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (2/5/2018). Audi R8 Pendekatan tersebut telah mendukung pengembangan supercar edisi terbatas Nuvolari yang diposisikan sebagai penerus spiritual Audi R8. Model ini dikabarkan menggunakan basis powertrain hybrid V8 twin-turbo yang juga dipakai Lamborghini Temerario. Strategi baru tersebut juga diharapkan mampu mempercepat peluncuran berbagai model anyar Audi, termasuk mobil sport Concept C yang dipersiapkan sebagai pengganti Audi TT.