Bahaya rem blong mengintai setiap pengendara, khususnya ketika melaju di jalan berbukit. Beban kendaraan yang besar memaksa rem bekerja lebih keras dan memicu terjadinya rem blong. Ada banyak penyebab rem blong, seperti minimnya perawatan mobil, kesalahan pengguna dan beban kendaraan yang melebihi batas. Selain perlu langkah antisipasi, pengemudi juga wajib memiliki kemampuan menghadapi segala kemungkinan, termasuk ketika dihadapkan dengan kondisi rem blong secara langsung. Langkah yang tepat dapat menyelamatkan penumpang dan pengguna jalan lain. Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan saat mobil mengalami rem blong kebanyakan pengemudi justru panik, tapi sebenarnya itu justru berbahaya. “Saat terjadi rem blong, seharusnya pengemudi perlu berpikir cepat dan tepat memahami situasi, jangan malah panik karena itu akan membuat manuver yang justru dapat meningkatkan fatalitas,” ucap Sony kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Ada beberapa manuver yang perlu dihindari saat terjadi rem blong agar tidak terjadi kecelakaan lebih parah. Seperti belok mendadak, menabrak pengendara lain, bermanuver zig-zag dan sebagainya. mobil Toyota Fortuner alami rem blong “Pertama jangan panik, pastikan tidak membanting roda kemudi ke salah satu sisi, ini akan berpeluang membuat mobil terguling dan dapat membuat kerugian lebih banyak terkait keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain,” ucap Sony. Dampak kecelakaan akan semakin besar bila sampai melibatkan kendaraan lain, selaku sesama pengguna jalan. “Jangan bermanuver zig-zag, karena ini justru meningkatkan peluang terjadinya hilang kendali terhadap mobil, seharusnya pengemudi mengarahkan laju mobil ke area yang paling sedikit risikonya,” ucap Sony. Bus yang terguling dievakuasi ke jalur exit tol Gandulan Pemalang, Sabtu (25/10/2025). Kecelakaan ini menewaskan 4 orang. Kesaksian korban ungkap rem blong dan upaya sopir kendalikan bus gagal. Saat terjadi rem blong, pengemudi sebisa mungkin tidak bermanuver terlalu lebar karena akan semakin meningkatkan peluang mobil keluar dari trek aman. “Tingkat fatalitas kecelakaan saat rem blong sejalan dengan kecepatan laju mobil, jika laju mobil dapat lebih dikendalikan dan arahnya benar maka risikonya akan lebih kecil,” ucap Sony. Caranya dengan mencari jalur penyelamatan seperti jalan menanjak, jalur penyelamatan khusus, atau hamparan pasir yang dapat memperlambat laju mobil secara efektif. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang