Mobil bisa terbakar karena beberapa faktor yang umumnya berkaitan dengan bahan bakar, kelistrikan, panas berlebih, dan kecelakaan. Api bisa muncul ketika ada sumber panas dan bertemu bahan mudah terbakar seperti bensin, oli, atau lapisan kabel. Mobil yang terawat dengan baik dan tidak ada modifikasi kelistrikan cenderung lebih aman dari risiko kebakaran. Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan pada umumnya mobil tak akan mudah terbakar, tapi bila ada pemicunya akan mudah. Bagaimanapun, mobil memiliki bahan mudah terbakar. “Salah satu penyebab paling sering adalah kebocoran bahan bakar, misal selang bensin retak, sambungan longgar, atau injektor bocor, itu dapat meneteskan bahan bakar, bila ada pemicunya akan mudah sekali terbakar,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (13/2/2026). Bensin akan mudah terbakar ketika terdapat percikan api. Misal sebuah kecelakaan yang membuat bodi mobil terseret aspal dan memunculkan percikan api dari logam yang tergores, bisa menjadi pemicu. “Ketika percikan bunga api dari bodi mobil yang terseret, korsleting dari kelistrikan, bertemu dengan bensin, maka mobil akan terbakar, kalau tidak ya seharusnya tak sampai terbakar,” ucap Imun. Mobil terbakar di Tol Semarang-Demak, Jumat (6/2/2026). Risiko kebakaran semakin kuat bila kecelakaan sampai merusak lambung tangki bensin. Hal itu akan membuat bensin bocor dan memperbesar peluang terbakar oleh api di sekitarnya. Masalah pada sistem kelistrikan juga berisiko tinggi. Kabel terkelupas, korsleting, aki bermasalah, atau pemasangan aksesori listrik yang tidak standar bisa memicu percikan api. “Pelapis kabel termasuk bahan mudah terbakar, ketika kena panas atau percikan, akan membuat api cepat membesar dan memicu kebakaran hebat,” ucap Imun. Minibus merk Xenia yang terbakar di Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Rabu (25/6/2025). Overheating atau mesin terlalu panas turut menjadi pemicu. Panas ekstrem dapat membakar oli atau komponen plastik atau karet di ruang mesin, terutama jika sistem pendingin bermasalah. Modifikasi tidak standar, seperti pemasangan audio berdaya besar atau lampu tambahan tanpa pengaman, meningkatkan risiko korsleting dan panas berlebih. Selain itu, kebiasaan membawa barang mudah terbakar di dalam mobil atau merokok sembarangan juga bisa memicu kebakaran. Karena itu, perawatan rutin dan penggunaan komponen sesuai standar sangat penting untuk mencegah risiko mobil terbakar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang