Kebakaran terjadi di tempat penitipan sepeda motor dekat Stasiun Bogor, Senin (19/1/2026). Dugaannya api berasal dari salah satu motor yang sedang parkir dan membakar belasan motor lainnya. Tidak ada korban jiwa dari kebakaran tersebut. Cuma kerugian materiil diperkirakan sampai Rp 400 jutaan. Lalu muncul pertanyaan, saat motor parkir, apa bisa sampai terbakar? Kebakaran di tempat penitipan motor dekat Stasiun Bogor Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales menjelaskan, secara normal, motor yang parkir lalu terbakar sangat jarang terjadi, apalagi kalau masih standar dari pabrikan. "Biasanya karena adanya tambahan aksesoris. Sehingga ada rute-rute kelistrikan baru yang menambah beban aki, kadang juga pemasangannya tidak dilakukan secara aman," kata Victor kepada Kompas.com, Senin (19/1/2026). Victor menjelaskan, saat menambah aksesoris dan pemasangannya tidak mumpuni, dapat meningkatkan kemungkinan korsleting. Berawal dari sambungan kabel tidak sempurna, dalam kondisi tertentu dapat memicu peningkatan suhu, lama-lama jadi api. "Dengan adanya tambahan aksesoris, maka sebenarnya sistem kelistrikan masih tetap hidup sekalipun kunci kontak sudah dimatikan (posisi off)," kata Victor. Kemungkinan lainnya adalah karena kabel terkelupas, sehingga dapat mengakibatkan korsleting dan keluarnya percikan api. Memang tidak semua kabel terkelupas dapat menyebabkan korsleting, tapi kalau kabel arus, atau sumber arus, bisa korsleting. "Saat kabel arus terkelupas, kemudian bersentuhan dengan bodi atau masa dari mesin, rangka, atau kabel bodi itu sendiri, maka kemungkinan besar dapat memicu lonjakan arus, mengakibatkan munculnya api," kata Victor. Oleh karena itu lebih teliti ketika memang melakukan modifikasi pada motor. Jangan sampai pasang yang asal dan akhirnya merugikan diri sendiri dan orang lain. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang