Continuously variable transmission (CVT) mampu menghemat BBM karena bekerja tanpa gigi tetap seperti transmisi manual atau otomatis konvensional. Secara teknis, CVT menggunakan dua pulley yakni primer dan sekunder yang dihubungkan sabuk baja, dan rasio gear-nya bisa berubah secara terus menerus mencari yang paling efisien. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan pada transmisi biasa ada kondisi yang bikin boros BBM. “Rasio gigi bersifat bertahap 1, 2, 3, dan seterusnya, setiap perpindahan gigi sering membuat putaran mesin (RPM) naik-turun di luar titik efisiensi. Di sinilah pemborosan BBM sering terjadi karena mesin tidak selalu bekerja di kondisi optimal,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Kamis (2/4/2026). CVT berbeda, diameter puli bisa membesar atau mengecil sesuai kebutuhan. Saat puli input mengecil dan output membesar, rasio menjadi ringan untuk akselerasi. Sebaliknya, saat puli input membesar dan output mengecil, rasio menjadi berat untuk kecepatan tinggi. “Kunci penghematan BBM ada pada kemampuan CVT menjaga mesin di puncak efisiensi, yaitu putaran mesin paling hemat bahan bakar. Sistem kontrol elektronik akan menyesuaikan rasio transmisi agar mesin tidak bekerja terlalu tinggi atau terlalu rendah,” ucap Imun. Tampilan konsumsi BBM rata-rata mobil hybrid Misalnya saat cruising di jalan datar, CVT akan menyesuaikan rasio percepatan paling optimal meski putaran mesin di titik paling efisien, sekitar 1.500–2.000 Rpm. “Pada transmisi konvensional, kondisi ini sering sulit dipertahankan karena keterbatasan pilihan gigi, selain itu feeling pengemudi memilih roda gigi juga terbatas, kalau CVT otomatis,” ucap Imun. Selain itu, CVT juga mengurangi kehilangan energi saat perpindahan gigi. Pada transmisi otomatis biasa (AT), akan terasa hentakannya. Berkendara Aletra L8 Ev “Saat mesin menghentak tersebut, sebenarnya terjadi jeda penyaluran tenaga, sehingga ada tenaga terbuang, sementara di CVT lebih lembut dan perpindahan lebih konstan, sehingga tak ada tenaga terbuang,” ucap Imun. Dalam kondisi lalu lintas kota, CVT sangat unggul karena mampu menyesuaikan rasio secara fleksibel terhadap stop and go. Mesin tidak perlu sering bekerja keras, sehingga penggunaan BBM lebih hemat. Kesimpulannya, secara teknis CVT menghemat BBM karena tiga hal utama: mampu menyesuaikan rasio percepatan dengan RPM di titik efisien, menghilangkan lonjakan saat perpindahan gigi, dan meminimalkan kehilangan tenaga. Kombinasi inilah yang membuat mobil dengan CVT umumnya lebih irit dalam penggunaan harian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang