Mobil diesel modern dengan standar Euro 4 tidak disarankan pakai biosolar karena kualitasnya kurang sesuai dengan kebutuhan. Mobil dengan standar Euro 4 dirancang khusus agar menghasilkan emisi lebih rendah. Maka dari itu harus didukung dengan BBM berkualitas. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan kandungan kotoran pada biosolar yang relatif lebih tinggi. “Partikel halus seperti debu dan residu dapat terbawa masuk ke dalam sistem bahan bakar dan mempengaruhi kinerja komponen,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Sabtu (25/4/2026). Kotoran tersebut dapat mempercepat penyumbatan pada filter solar. Jika filter tidak mampu menahan semuanya, sebagian partikel bisa lolos dan masuk ke komponen yang lebih sensitif. Selain kotoran, biosolar juga cenderung memiliki kandungan air yang lebih tinggi. Sifat biodiesel yang mudah menyerap air membuat risiko kontaminasi semakin besar. Ilustrasi filter solar kotor Air yang masuk ke sistem bahan bakar dapat menyebabkan karat pada komponen logam. Dalam jangka panjang, hal ini bisa merusak pompa bahan bakar dan injektor. Mesin diesel modern umumnya menggunakan sistem common rail dengan tekanan sangat tinggi. Sistem ini membutuhkan bahan bakar yang sangat bersih dan stabil untuk bekerja optimal. “Jika biosolar yang kualitasnya kurang baik digunakan, maka injektor bisa mengalami penyumbatan atau kerusakan. Akibatnya, proses pembakaran menjadi tidak sempurna,” ucap Imun. Ilustrasi pengisian Biosolar di SPBU Selain itu, angka cetane biosolar lebih rendah dibanding bahan bakar diesel non-subsidi. Hal ini membuat pembakaran kurang efisien dan mesin terasa lebih kasar. “Pembakaran tidak optimal berdampak pada performa kendaraan. Tenaga mesin bisa menurun dan respons akselerasi menjadi kurang maksimal,” ucap Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Di sisi lain, konsumsi bahan bakar bisa menjadi lebih boros. Mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama. Biosolar juga berpotensi membentuk endapan atau sludge, terutama jika disimpan dalam waktu lama. Endapan ini dapat menyumbat saluran bahan bakar dan memperparah kinerja mesin. “Dari segi emisi, biosolar akan membuat mesin diesel dengan standar Euro 4 mustahil menghasilkan emisi rendah, sehingga tujuan teknologi Euro 4 akan sia-sia,” ucap Jayan. Kesimpulannya, biosolar masih bisa digunakan, tetapi memiliki risiko lebih tinggi pada mesin diesel Euro 4. Oleh karena itu, penggunaan bahan bakar berkualitas lebih baik tetap dianjurkan untuk menjaga performa dan keawetan mesin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang