Alex Rins yang biasanya irit bicara akhirnya buka suara. Ia mengaku tidak puas dengan kinerja motor V4 milik Yamaha. Pengakuan ini muncul setelah keluhan serupa lebih dulu disampaikan rekan setimnya, Fabio Quartararo, serta pebalap satelit sekaligus rookie juara dunia WorldSBK, Toprak Razgatl?o?lu. Rins mengungkapkan, sejak lama ia tidak menikmati motor yang dikendarainya. Ia bahkan memberi sinyal tidak betah bertahan di Yamaha. Alex Rins di MotoGP Indonesia “Sudah lama saya tidak menikmati motor ini. Saya juga tidak tahu apakah akan berada di sini tahun depan, jadi saya harus mencari tempat saya. Dengan hasil seperti ini, jelas tidak membantu,” kata Rins, dikutip dari Motorsport, Minggu (5/4/2026). Ia menjelaskan, pada seri terakhir di MotoGP Amerika Serikat, dirinya menghadapi serangkaian masalah elektronik yang berdampak langsung pada performa di lintasan. Situasi tersebut mencerminkan tantangan besar yang dihadapi Yamaha pada awal musim MotoGP 2026, setelah melakukan perubahan signifikan dengan mengembangkan Yamaha M1 berkonsep mesin V4. Namun, perubahan ini membuat para pebalap harus beradaptasi dengan motor yang belum mampu bersaing dengan rival. Yamaha resmi membuka lembaran baru dalam sejarah MotoGP dengan memperkenalkan YZR-M1 versi 2026 “Motor tidak bekerja, saya melebar saat pengereman. Saya tidak bisa membelokkan motor untuk perubahan arah. Saya merasa tidak berguna di atas motor. Saya bilang, ‘apa yang saya lakukan di sini?’,” ujar Rins. Masalah teknis bahkan sudah muncul pada kedua motor yang ia gunakan. Yamaha hanya mampu memperbaiki satu unit, tetapi bukan dengan setelan yang diinginkan Rins. Kondisi tersebut berlanjut hingga sprint race dan balapan utama. Rins kembali mengalami kendala, termasuk respons gas yang tidak sesuai. “Saya membuka gas, tapi motor tidak memberikan respons,” kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang