Berbuka puasa sering dimanfaatkan sebagai momen untuk menyantap berbagai hidangan sekaligus. Namun, langsung makan besar setelah seharian menahan lapar dan haus ternyata tidak selalu dianjurkan, terutama bagi pengendara yang masih harus beraktivitas di jalan. Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, mengatakan, makan berat setelah berbuka bisa memengaruhi kondisi tubuh dan konsentrasi berkendara. “Setelah makan besar, aliran darah lebih banyak ke pencernaan sehingga tubuh terasa mengantuk maka hindari langsung berkendara jarak jauh setelah berbuka, berikan jeda sekitar 15–30 menit, dan hindari makan berlebihan,” kata Agus, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/2/2026). Rasa kantuk yang muncul setelah makan berat dapat menurunkan kewaspadaan pengendara. Karena itu, memberi waktu jeda sebelum kembali berkendara menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan. Dari sisi kesehatan, dr. Annisa Nurul Kirana, M.Gizi, SpGK, menjelaskan bahwa respons tubuh setiap orang setelah makan berat tidak selalu sama. Sebagian orang terbiasa berbuka dengan makanan utama, sementara yang lain memilih takjil terlebih dahulu. “Kalau misalnya sudah terbiasa makan berat, tidak ada masalah pencernaan, tidak apa-apa. Tapi, kalau misalnya yang maag, karena sudah berpuasa lama, sebainya yang ringan dulu,” ujar Annisa. Tampilan interior Kia Carens 1.5 Ia menekankan pentingnya memahami kondisi tubuh sebelum menentukan jenis dan porsi makanan saat berbuka. Lambung yang kosong selama berjam-jam membutuhkan penyesuaian sehingga asupan awal sebaiknya tidak langsung memberatkan sistem pencernaan. Annisa menyarankan berbuka dengan makanan ringan dan tidak tinggi kalori sebagai langkah awal sebelum makan besar. “Tapi, jangan yang tinggi kalori. Bisa dengan buah-buahan dulu, seperti kurma, atau kacang rebus. Lalu, minum teh tawar hangat. Jangan yang takjilnya semuanya gula,” kata Annisa. Dengan pola berbuka yang lebih bertahap, tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi. Selain membantu pencernaan, cara ini juga dapat menjaga kondisi tetap prima, terutama bagi masyarakat yang masih harus berkendara atau beraktivitas setelah waktu berbuka. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang