Menjelang waktu berbuka puasa di perjalanan, persiapan menjadi kunci agar tubuh tetap prima. Terlebih bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah dan berbuka di dalam kendaraan. Bekal sederhana yang disiapkan sejak awal dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil sekaligus menghindari konsumsi makanan yang kurang sehat. dr. Annisa Nurul Kirana, M.Gizi, SpGK, mengatakan, sebaiknya sudah mempersiapkan makanan di mobil. Lebih bagus jika makanan yang dibawa dari rumah. Header Meal Plan Photo (Rencana Makanan Sehat) "Air putihnya jangan lupa, karena kan pasti kita rehidrasi lagi nih, ganti cairan. Boleh kalau misalnya mau yang manis-manis dulu. Dengan kurma, 3-5 buah" ujar Annisa, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Ia menegaskan, proses berbuka puasa idealnya diawali dengan asupan ringan yang mudah dicerna. Air putih menjadi prioritas untuk mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa. Kurma juga dapat menjadi pilihan karena mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh sebagai sumber energi. "Jangan terlalu banyak makan gorengan atau pun yang terlalu manis, karena kan hati-hati juga saluran cernanya jangan terlalu terbebani di awal. Pas buka puasa itu biasanya kan kita takjil dulu ya, jadi air putih," kata Annisa. Ilustrasi kurang minum Menurut Annisa, kebiasaan mengonsumsi gorengan atau makanan tinggi gula dalam jumlah besar saat berbuka bisa memicu gangguan pencernaan. Lambung yang kosong selama berjam-jam perlu diberi asupan secara bertahap agar tidak kaget dan terbebani. Annisa menambahkan, bagi yang terbiasa minum teh hangat boleh saja. Tapi, disaranan yang tidak terlalu manis atau rendah gula. Kemudian, ditambah kurma tiga buah sudah cukup. Kurma di HARRIS Suites Puri Mansion. Apakah kurma perlu dicuci sebelum dimakan? Annisa mengatakan, boleh juga untuk makan makanan yang mengandung protein, seperti kacang rebus atau telur rebus. Namun, yang jelas hindari makan makanan yang terlalu manis atau terlalu banyak gorengan. "Karena lemaknya tinggi, kemudian harus penuhi asupan protein," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang