— Insiden mobil Jetour T2 yang terbakar di ruas Tol Jagorawi pada awal Februari 2026 sempat menjadi perhatian. Meski demikian, dampaknya terhadap minat konsumen disebut tidak terlalu besar. Jetour Indonesia menyebut sebagian calon pembeli memang sempat menanyakan kejadian tersebut kepada tenaga penjual. Namun setelah mendapatkan penjelasan mengenai hasil investigasi, sebagian besar tetap melanjutkan proses pembelian. Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, mengatakan konsumen biasanya ingin memastikan informasi yang beredar sebelum mengambil keputusan. Testimoni pengguna Jetour T2 “Kalau dampaknya sebenarnya ada beberapa konsumen yang sempat bertanya. Biasanya ketika mereka sudah punya keinginan untuk membeli, mereka menanyakan hal tersebut kepada sales," di Jakarta, Selasa (10/3/2026). "Namun setelah kami jelaskan bahwa hasil investigasinya seperti itu, konsumen tetap melanjutkan ke proses pembelian. Jadi memang sempat menjadi pertimbangan bagi mereka karena sebelumnya terpapar berita tersebut," ujarnya. Menurut Ranggy, calon konsumen saat ini umumnya sudah mencari informasi terlebih dahulu sebelum datang ke diler. Saat calon konsumen tertarik dengan suatu barang biasanya melihat berbagai ulasan, uji kendaraan, hingga perbandingan produk dari berbagai sumber. Jetour T2 hadir dengan paket modifikasi Nomad Kit dan Obsidian Ultra Kit. "Tapi ketika mereka sudah melihat langsung mobilnya, memahami struktur bodinya, serta mencoba lewat test drive, pada akhirnya mereka tetap memutuskan untuk membeli," katanya. rata konsumen kami sudah melakukan riset produk sejak jauh hari. Sebelum datang ke diler atau ke pameran, mereka biasanya sudah melihat berbagai tes dan review," ujar Ranggy. Sehingga kata Ranggy, proses pembelian biasanya hanya membutuhkan konfirmasi tambahan agar konsumen merasa lebih yakin sebelum memutuskan membeli kendaraan. "Jadi ketika datang langsung, sebenarnya mereka hanya membutuhkan sedikit keyakinan saja sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli,” katanya. Jetour T2 Kasus selesai Ranggy mengatakan, pihaknya telah melakukan audiensi bersama Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk membahas hasil penyelidikan kejadian tersebut. “Kalau terkait insiden yang kemarin, kami sebenarnya sudah melakukan audiensi bersama Kementerian Perhubungan dan juga KNKT," ujar Ranggy. "Dalam pertemuan itu dipaparkan hasil investigasi yang menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan murni dan tidak ada faktor yang berasal dari produknya," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang