Seiring perkembangan teknologi digital, pembelian tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) kini semakin praktis. Calon penumpang tak lagi harus datang ke agen atau loket, karena transaksi bisa dilakukan secara daring hanya bermodalkan ponsel dan koneksi internet. Kemudahan ini tentu menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, terutama menjelang musim mudik. Selain lebih efisien, pembelian tiket secara online juga memberi keleluasaan dalam memilih jadwal keberangkatan hingga perusahaan otobus (PO) yang diinginkan. Berikut beberapa metode pembelian tiket bus AKAP secara online yang mudah dan aman:1. Aplikasi Travel Online Situasi penumpang yang menunggu keberangkatan bus saat masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, Senin (22/12/2025).Beragam aplikasi perjalanan kini menyediakan fitur pembelian tiket bus AKAP. Lewat platform tersebut, calon penumpang dapat memilih PO, rute, hingga jam keberangkatan sesuai kebutuhan. Sejumlah aplikasi yang bisa dimanfaatkan antara lain Tiket.com, RedBus, Traveloka, Pegi-Pegi, serta Easybook. Tak ada salahnya memiliki lebih dari satu aplikasi untuk membandingkan harga, ketersediaan kursi, maupun pilihan jadwal keberangkatan. 2. Situs Resmi Perusahaan Otobus (PO) Ilustrasi bus untuk mudik gratis akhir tahun - harga tiket bus Rosalia Indah hari ini Jakarta-Surabaya.Sejumlah PO bus AKAP kini semakin adaptif terhadap digitalisasi dengan menghadirkan situs resmi untuk pembelian tiket. Melalui laman tersebut, calon penumpang umumnya diminta membuat akun terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi. Setelah terdaftar, proses pembelian dapat dilakukan dengan memilih rute, tanggal, serta jam keberangkatan yang tersedia. Cara ini dinilai lebih meyakinkan karena transaksi dilakukan langsung melalui kanal resmi milik perusahaan. 3. Nomor Resmi PO atau Agen Tiket Tempat pembelian tiket bus di Terminal Pulogebang, Jakarta TimurAlternatif lain yang tak kalah praktis adalah menghubungi nomor resmi PO atau agen tiket, biasanya melalui layanan WhatsApp yang dicantumkan di media sosial resmi mereka. Lewat metode ini, calon penumpang dapat berinteraksi langsung dengan admin untuk menanyakan detail perjalanan, ketersediaan kursi, hingga mekanisme pembayaran. Proses pembayaran pun umumnya dilakukan secara virtual, bahkan tersedia opsi pemesanan (booking) terlebih dahulu sebelum pelunasan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang