Situasi darurat di jalan bisa terjadi kapan saja, mulai dari kendaraan bermasalah hingga kondisi pengemudi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Dalam kondisi seperti ini, keputusan untuk menghentikan kendaraan tidak boleh dilakukan sembarangan karena berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Menurut Sony Susmana, instruktur senior SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia), menghentikan kendaraan di jalan raya harus mempertimbangkan aspek keselamatan secara menyeluruh, bukan sekadar mencari tempat terdekat. “Pengemudi harus punya pola pikir tentang keselamatan. Jangan langsung berhenti di pinggir jalan tanpa perhitungan, karena itu bisa memicu kecelakaan beruntun, terutama di jalur dengan kecepatan tinggi seperti di tol,” kata Sony kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2026). Sony menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan saat menghadapi kondisi darurat adalah tetap tenang dan menyalakan lampu hazard sebagai tanda peringatan bagi kendaraan di belakang. Setelah itu, pengemudi sebaiknya mengarahkan kendaraan ke lokasi yang lebih aman, seperti bahu jalan yang lebar, rest area, atau area yang jauh dari arus utama lalu lintas. Sejumlah mobil menepi di SPBU Palmerah untuk beristirahat setelah menerobos kemacetan di kawasan Slipi Jika kondisi kendaraan tidak memungkinkan untuk berjalan lebih jauh, maka pengemudi disarankan untuk memastikan posisi mobil tidak terlalu dekat dengan jalur aktif. Idealnya, kendaraan diposisikan menjauh beberapa meter dari arus lalu lintas guna meminimalkan risiko tertabrak. Selain itu, penggunaan segitiga pengaman juga menjadi hal penting yang kerap diabaikan. Alat ini berfungsi memberikan peringatan visual kepada pengendara lain dari jarak tertentu, sehingga mereka memiliki waktu untuk mengurangi kecepatan atau menghindari. “Pasang segitiga pengaman dengan jarak yang cukup, jangan terlalu dekat. Ini penting supaya pengemudi lain punya waktu bereaksi,” ujar Sony. Dalam kondisi tertentu, jika kendaraan benar-benar tidak bisa bergerak dan berhenti di lokasi rawan, pengemudi disarankan untuk segera keluar dengan hati-hati dan mencari tempat aman. Apabila memungkinkan, kendaraan bisa didorong ke lokasi yang lebih aman dengan bantuan orang lain. Sony menambahkan, kesadaran terhadap prosedur dasar seperti ini masih perlu ditingkatkan, mengingat masih banyak pengemudi yang berhenti tanpa memperhatikan faktor keselamatan di sekitarnya. Langkah sederhana ini bisa mencegah risiko kecelakaan yang lebih besar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang