JAKARTA, KOMPAS.com – Menyalakan sepeda motor setelah lama tidak digunakan memerlukan perlakuan yang tepat, terutama pada tahap awal saat mesin mulai hidup. Salah satu hal yang sering menjadi perhatian adalah cara memperlakukan putaran mesin, apakah langsung digas atau dibiarkan stabil terlebih dahulu. Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst dan Technical Analyst di PT Wahana Makmur Sejati, mesin yang baru dinyalakan membutuhkan waktu agar oli bisa bersirkulasi secara merata ke seluruh bagian. “Ketika mesin baru hidup, oli masih berada di bagian bawah. Butuh waktu agar pelumas naik dan melapisi komponen seperti piston dan dinding silinder,” kata Wahyu kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2026). Ia menjelaskan, jika gas langsung ditarik dalam kondisi tersebut, maka gesekan antar komponen terjadi tanpa perlindungan pelumas yang maksimal. Ilustrasi starter motor Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu keausan lebih cepat pada mesin. Wahyu menyarankan agar pengendara membiarkan mesin menyala dalam kondisi stasioner selama 1 hingga 3 menit sebelum digunakan. Langkah ini penting untuk memastikan oli sudah bersirkulasi dan suhu mesin mulai stabil. Selain itu, pemanasan mesin secara perlahan juga membantu menjaga kinerja komponen lain seperti klep dan ring piston tetap optimal. Terutama pada motor yang sudah lama tidak dihidupkan, proses ini menjadi semakin krusial. Ia menambahkan, kebiasaan memanaskan mesin tidak perlu dilakukan terlalu lama, cukup hingga putaran mesin stabil. Setelah itu, motor bisa digunakan dengan cara berkendara secara halus di awal perjalanan. Dengan perlakuan yang tepat sejak awal, performa mesin dapat tetap terjaga dan usia pakai komponen menjadi lebih panjang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang