Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah belakangan ini membuat banyak pengendara mobil langsung menyalakan AC dengan suhu paling dingin setelah masuk ke kabin. Rupanya, kebiasaan tersebut dinilai kurang tepat. Menurut Gunawan, pemilik Premium99 AC, hal itu membuat kerja sistem pendingin menjadi lebih berat, terutama ketika suhu di dalam mobil sedang sangat tinggi akibat parkir di bawah terik matahari. Ia menyarankan agar pengendara sebaiknya tidak langsung memutar AC ke level maksimal sesaat setelah masuk ke mobil yang panas. “Ketika mobil habis dijemur, suhu kabin bisa lebih tinggi dibanding suhu luar. Kalau AC langsung disetel paling dingin dan blower tinggi, kerja kompresor jadi lebih berat karena harus menurunkan suhu secara drastis,” kata Gunawan kepada Kompas.com, Jumat (15/5/2026). Buka Kaca Gunawan menjelaskan, langkah awal yang lebih tepat ialah membuka kaca mobil beberapa saat agar udara panas di kabin keluar terlebih dahulu. Setelah itu, nyalakan AC secara bertahap sambil mobil mulai berjalan. Menurut dia, sirkulasi udara yang baik akan membantu proses pendinginan lebih cepat dibanding langsung memaksa AC bekerja maksimal sejak awal. “Bisa mulai dengan blower sedang dulu dan arahkan mode fresh air beberapa menit supaya udara panas keluar. Setelah kabin mulai turun suhunya, baru gunakan mode resirkulasi agar pendinginan lebih optimal,” ujarnya. Ilustrasi ac mobil Selain itu, pengendara juga disarankan tidak langsung mengatur suhu paling rendah. Sebab, perbedaan suhu yang terlalu ekstrem tidak selalu membuat kabin lebih cepat dingin. Gunawan mengatakan, kondisi filter kabin dan evaporator juga berpengaruh siginifikan pada performa pendinginan, terutama saat cuaca terik. Bila filter kotor, aliran udara menjadi terhambat sehingga AC terasa kurang dingin meski sudah disetel maksimal. “Kadang orang pikir freon habis karena AC kurang dingin saat siang hari, padahal bisa saja filter kabin sudah kotor atau kondensor mulai tertutup debu,” kata Gunawan. Kaca Film Ia juga menyarankan penggunaan kaca film dengan kemampuan menolak panas yang baik agar beban kerja AC lebih ringan. Dengan suhu kabin yang tidak terlalu tinggi, proses pendinginan menjadi lebih cepat dan konsumsi bahan bakar bisa lebih efisien. “Kalau panas matahari yang masuk ke kabin bisa dikurangi, AC tidak perlu bekerja terlalu keras terus-menerus,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang