Honda Astrea Grand 1995 Motor lawas kerap dicap rewel dan mahal dirawat. Padahal, jika tahu pola perawatannya, sepeda motor keluaran lama justru relatif mudah dijaga kondisinya. Tak heran, banyak penggemar roda dua masih setia memakainya sebagai kendaraan harian, bahkan menjadikannya koleksi hobi karena nilai historis dan karakter mesinnya yang khas. Perawatan motor lawas pada dasarnya bertumpu pada konsistensi. Komponen kecil yang mulai aus sering kali jadi biang masalah jika dibiarkan. Karena itu, servis berkala tetap wajib dilakukan meski motor jarang dipakai. Pemeriksaan kampas rem, kabel-kabel, sekring, hingga seal mesin perlu rutin dipantau agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Kebersihan juga memegang peran penting. Motor tua sangat rentan karat, terutama di bagian rangka dan komponen logam. Membiasakan mencuci motor setelah digunakan, apalagi jika terkena hujan, bisa memperpanjang usia komponen. Area mesin pun perlu dibersihkan dari kerak dan debu yang menumpuk. Sebagian besar motor lawas masih menggunakan karburator. Komponen ini harus rajin dibersihkan karena karburator yang kotor membuat pembakaran tidak sempurna dan konsumsi bahan bakar jadi boros. Gejalanya biasanya terasa pada tarikan yang berat dan mesin mudah brebet saat panas.Kelistrikan tak kalah penting. Aki dan busi menjadi dua komponen vital yang menentukan kemudahan mesin saat dinyalakan. Jika starter mulai melemah atau mesin sulit hidup, kondisi aki dan busi patut dicurigai lebih dulu sebelum mengecek bagian lain. Satu hal yang kerap diabaikan pemilik motor lama adalah oli mesin. Padahal, karakter mesin lawas berbeda dengan mesin modern, mulai dari celah antar komponen hingga suhu kerjanya. Menggunakan oli yang tidak sesuai bisa membuat mesin cepat panas dan menimbulkan suara kasar saat digunakan.Untuk itu, pemilihan oli dengan tingkat kekentalan yang sesuai sangat disarankan. Salah satunya adalah Deltalube Adventure 731 Super SAE 20W50 yang diformulasikan untuk mesin bensin, mesin modifikasi, hingga penggunaan berat.Oli ini memiliki standar API Service SL/CF-4 dan diklaim mampu menjaga temperatur mesin tetap stabil, melekat pada komponen untuk mencegah keausan, serta melindungi mesin dari korosi dan endapan karbon. Interval penggantiannya pun cukup panjang, berada di kisaran 13.000 hingga 16.000 kilometer.Di luar urusan pelumas, kepedulian brand ini juga terlihat lewat aksi sosial. PT TRKM Group melalui Deltalube menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bantuan logistik diberikan langsung kepada korban yang terdampak bencana. Bantuan bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA “Kami sangat terpukul mendengar dampak dari bencana ini, terutama bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian kami,” ujar Resa Azhara, Marketing Manager PT TRKM Group.Dengan perawatan rutin dan pemilihan oli yang tepat, motor lawas bukan hanya bisa tetap awet, tetapi juga nyaman digunakan untuk aktivitas harian tanpa perlu khawatir mogok di jalan.