Bus Bigbird Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Bluebird untuk mempertahankan posisinya sebagai moda transportasi pilihan di kota-kota besar, khususnya di tengah persaingan layanan mobilitas yang semakin beragam. Lewat pendekatan kreatif, Bluebird ingin memperkuat persepsi bahwa perjalanan menggunakan transportasi umum dapat tetap nyaman, aman, dan menyenangkan.Chief Executive Officer PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, menyebut kolaborasi ini sebagai upaya memperluas penetrasi pasar, terutama ke generasi muda yang kini menjadi pengguna aktif layanan transportasi harian. Menurutnya, tantangan industri transportasi bukan hanya soal armada dan pengemudi, tetapi bagaimana membangun kedekatan dengan pengguna. “Bluebird tetap berangkat dari fondasi kepercayaan dan kenyamanan. Kolaborasi ini menjadi cara kami menyampaikan nilai tersebut dengan bahasa yang lebih segar dan relevan,” ujar Andre dalam keterangannya di Jakarta.Dari sisi transportasi, kolaborasi ini diwujudkan melalui berbagai aktivasi yang menempatkan kendaraan sebagai bagian dari ruang publik. Salah satunya melalui kehadiran Bus BirdGembira, hasil transformasi armada Bigbird yang dihadirkan dengan konsep visual Tahilalats. Bus ini menunjukkan bagaimana kendaraan angkutan dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai sarana mobilitas, tetapi juga ruang interaksi di tengah aktivitas masyarakat. Menariknya, lokasi Bus BirdGembira dipilih di area yang menjadi simpul pergerakan warga, seperti Stasiun MRT Dukuh Atas dan JIExpo Kemayoran. Penempatan ini mempertegas peran Bluebird sebagai bagian dari ekosistem transportasi terintegrasi, yang mendukung konektivitas first mile dan last mile dari transportasi massal. Bluebird juga memperkuat aspek kemudahan akses melalui aplikasi MyBluebird. Selain layanan pemesanan taksi dan kendaraan sewa, pelanggan dapat menukarkan EZPoints untuk mendapatkan merchandise edisi terbatas. Untuk mendorong penggunaan transportasi resmi, Bluebird menyediakan promo khusus perjalanan menuju lokasi Bus BirdGembira melalui aplikasi tersebut.Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk, Monita Moerdani, menambahkan bahwa kolaborasi ini tetap berpijak pada peran utama Bluebird sebagai teman perjalanan. Cerita keseharian ala Tahilalats dipandang selaras dengan realitas mobilitas masyarakat yang kerap diwarnai rutinitas, kemacetan, dan kebutuhan akan transportasi yang dapat diandalkan.Melalui kolaborasi ini, Bluebird menegaskan bahwa inovasi di sektor transportasi tidak hanya soal teknologi atau armada baru, tetapi juga bagaimana membangun pengalaman perjalanan yang relevan di tengah dinamika mobilitas perkotaan.