Banyak pemilik mobil matik yang mengira ganti oli transmisi sama mudahnya dengan ganti oli mesin. Padahal, kedua hal ini sangat berbeda. Budi Novianto, pemilik bengkel spesialis transmisi Cakrawala Matic Solutions di Cibinong, mengatakan, oli mesin dapat keluar seluruhnya saat baut bak oli dibuka dari bawah. Namun pada transmisi otomatis, ketika hal yang sama dilakukan, hanya sekitar 50 persen oli yang benar-benar terbuang. Flushing Oli Matik Setengahnya lagi masih tertinggal di berbagai bagian seperti valve body, clutch, jalur pendinginan, hingga torque converter. Karena itu, metode penggantian yang benar harus dilakukan dengan flushing, bukan sekadar kuras biasa. “Banyak yang mengira ganti oli transmisi sama seperti ganti oli mesin, padahal berbeda jauh,” ujar Budi, kepada Kompas.com (3/11/2025). “Flushing itu seperti 'cuci darah'. Oli lama dikeluarkan, dimasukkan oli baru, diputar lagi, dan dilakukan 3–4 kali hingga benar-benar bersih,” kata dia. Ilustrasi ganti oli transmisi Sebagai contoh pada mobil Hyundai H1, kalau hanya ganti oli saja butuh sekitar 8 liter. Tapi untuk flushing bisa menghabiskan 12–16 liter agar hasilnya benar-benar bersih. Prosesnya sendiri tidak lama, hanya sekitar 10–15 menit, namun perlu waktu tambahan untuk mendinginkan mobil sekitar 20 menit sebelum pengerjaan. Budi menyarankan flushing dilakukan setiap 20.000 km atau setahun sekali untuk pemakaian normal. Selain itu, pengemudi juga wajib rutin mengecek level oli transmisi, minimal seminggu sekali. “Banyak kasus rusak karena olinya habis. Ada selang pernapasan di transmisi yang bisa menguapkan oli. Lama-lama volumenya berkurang tanpa disadari, akhirnya rusak,” ucap Budi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.