erawatan transmisi pada mobil matik sangat penting untuk menjaga performa dan umur pakai kendaraan. Transmisi matik bekerja secara kompleks dan membutuhkan perhatian khusus agar tetap optimal. Salah satu perawatan utama adalah rutin mengganti oli transmisi. Oli ini berfungsi sebagai pelumas sekaligus media hidrolik yang membantu perpindahan gigi berjalan halus. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan penggantian oli transmisi idealnya dilakukan setiap 40.000 kilometer, tergantung jenis mobil dan kondisi pemakaian. “Penggantian oli transmisi matik bisa dilakukan tiap 40.000 kilometer, atau 20.000 kilometer untuk pemakaian berat, seperti sering muatan berat, atau menanjak,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Kamis (16/4/2026). Jika terlambat diganti, kinerja transmisi bisa menurun. Maka dari itu, penting juga untuk memeriksa kondisi oli secara berkala. Oli yang masih baik umumnya berwarna merah bening dan tidak berbau terbakar. Jika warna oli berubah menjadi gelap atau tercium bau gosong, itu tanda kualitasnya sudah menurun dan perlu segera diganti. Transmisi matik Dalam penggunaan sehari-hari, hindari memindahkan tuas transmisi saat mobil masih berjalan. Perpindahan dari posisi D ke R tanpa berhenti dapat merusak komponen internal. “Kebiasaan menahan tuas tetap D saat macet, atau berhentinya, akan mempercepat oli kotor,” ucap Imun. Penggunaan mode transmisi yang tepat juga penting. Posisi D digunakan untuk berkendara normal, sedangkan mode lain seperti L atau 2 dipakai saat kondisi jalan menanjak atau turunan. Kendaraan roda empat hingga delapan melintasi tanjakan sitinjau lauik kota padang, lokasi tempat rombongan penabat berfoto, Rabu (15/4/2026). “Transmisi matik rentan terhadap panas berlebih. Oleh karena itu, hindari membawa beban terlalu berat atau berkendara secara ekstrem dalam waktu lama,” ucap Imun. Pengemudi juga perlu peka terhadap gejala awal kerusakan. Misalnya perpindahan gigi terasa kasar, muncul getaran, atau ada bunyi tidak normal. “Pengabaian terhadap gejala kecil bisa memperparah kerusakan transmisi, maka dari itu bila sudah mulai ada tanda-tanda, segera diperbaiki ke bengkel,” ucap Imun. Kesimpulannya, perawatan transmisi matik meliputi penggantian oli rutin, penggunaan yang benar, serta deteksi dini masalah. Dengan perawatan yang tepat, transmisi akan lebih awet dan nyaman digunakan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang