— Polytron Fox 350 resmi meluncur di Indonesia. Sepeda motor listrik racikan pabrik Kudus, Jawa Tengah ini hadir sebagai opsi baru di segmen skuter listrik harian. Secara posisi Fox 350 bisa dibilang sebagai penerus Fox-R yang lebih dulu hadir sejak 2023. Bedanya motor ini tampil jauh lebih modern dengan beberapa pembaruan fitur. Kompas.com menjajal Fox 350 sesaat setelah peluncuran, Rabu (19/11/2025). Meski area uji coba cukup terbatas, kesempatan ini cukup untuk merasakan karakter dasar motor listrik baru Polytron. Karakter Secara tampilan Fox 350 membawa gaya yang lebih agresif. Desain lampu depan yang menyerupai dua mata tajam langsung memberi kesan futuristis. Tarikan garis bodinya mengalir dari depan ke samping hingga buritan, membuat motor ini terlihat proporsional. Saat pertama duduk di jok, penguji Kompas.com dengan tinggi 168 cm tidak bisa menapak sempurna dengan dua kaki. Namun jika hanya memakai satu kaki, posisi masih aman dan stabil. Dimensi motor yang memiliki panjang 1.970 mm, lebar 790 mm, dan tinggi 1.245 mm, serta ban depan-belakang 13 inci, membuat dimensi motor ini setara maxi scooter. Polytron Fox 350 Revolusi Dek Salah satu sorotan utama dari Fox-R dulu adalah dek yang terlalu tinggi, membuat posisi kaki seperti “jongkok” karena lutut terlalu dekat ke dada. Polytron yang tahun ini merayakan ultah ke-50 tahun, rupanya mendengarkan kritik tersebut dan membuat ubahan yang cukup signifikan. Hasilnya dek Fox 350 hadir dengan desain tiga tingkat. Ada dek tengah yang agak tinggi, dek samping yang lebih rendah, dan posisi selonjoran untuk kaki saat cruising. Saat dicoba posisi kaki terasa jauh lebih nyaman. Meski begitu, dek samping masih terasa sedikit sempit, terutama bagi pengendara dengan kaki lebar atau memakai sepatu riding model boots. Namun secara keseluruhan, desain dek baru ini lebih ergonomis dan menjadi nilai positif. Polytron Fox 350 Resmi Meluncur Rasa Berkendara Secara spesifikasi, Fox 350 memakai dinamo tipe hub drive yang terletak di roda belakang dengan spesifikasi 3.000 W dan mampu memproduksi tenaga sebesar 6.409 W. Kapasitas baterainya 3,75 kWh dengan klaim jarak tempuh 130 km pada kecepatan konstan 40 km/jam. Klaim kecepatan maksimal motor ini ialah 95 km/jam, dan daya tanjak sampai 17 derajat. Untuk manuver harian setang motor terasa pas dan bodinya cukup lincah. Fox 350 tidak terasa bongsor dan "rasanya" masih enak dipakai selap-selip di antara kepadatan lalu-lintas kota. Polytron Fox 350 Saat diajak rebah tipis di tikungan, motor terasa stabil, tidak ada gejala limbung berlebih. Hill Start Assist Polytron membekali Fox 350 dengan fitur baru yang biasanya ditemukan pada mobil, yakni Hill Start Assist (HSA). Fitur ini menjaga agar motor tidak mundur saat berhenti di tanjakan dan berguna untuk menghadapi kemacetan di flyover atau tanjakan padat kota besar. Polytron Fox 350 Sayangnya, Kompas.com tidak bisa mencoba fitur ini secara langsung karena aturan parkiran Plaza Senayan yang tidak memperbolehkan motor naik ke area tanjakan. Meski demikian simulasi penggunaan fitur tetap dapat dilakukan. Caranya mengaktifkannya cukup mudah, yaitu tarik tuas rem (depan atau belakang) kurang lebih 3 detik hingga muncul tulisan "HSA" di klaster instrumen. Kesimpulan Fox 350 menawarkan banyak pembaruan yang terasa relevan dari sisi desain, ergonomi, dan fitur. Meski baru dicoba dalam area terbatas, impresi awal menunjukkan peningkatan dibanding pendahulunya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.