Sepeda motor listrik yang banyak beredar di Indonesia umumnya menggunakan sistem hub drive, yakni dinamo yang terpasang langsung di roda. Meski minim komponen bergerak dibanding motor bensin, bukan berarti perawatannya bisa diabaikan. Ferry S Budiyanto, punggawa Tics EV di Depok, mengatakan pemilik tetap perlu melakukan pengecekan rutin, terutama pada bagian dinamo atau BLDC. Test ride motor listrik Alva N3 Pemeriksaan ini penting untuk menjaga performa dan mencegah kerusakan lebih serius. “Rawat motor, setahun sekali itu cek. BLDC-nya dibawa ke bengkel motor listrik untuk dibongkar,” ujar Ferry kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah sealant pada dinamo. Seiring waktu, material ini bisa getas dan kehilangan kemampuan menahan air. “Karena namanya sealant ada umurnya juga, getas. Bisa di-sealer ulang, tutup lagi,” kata Ferry. Ferry menjelaskan, konsep perlindungan ini mirip dengan perangkat elektronik tahan air seperti ponsel. Meski dirancang kedap, tetap ada batasan penggunaan yang harus diperhatikan. Ia menambahkan, kondisi panas saat dinamo bekerja menjadi faktor krusial yang bisa memicu masuknya air ke dalam. Hal ini terjadi karena perubahan tekanan dan pemuaian saat komponen bekerja. “Hub itu kan panas saat beroperasi. Kalau mati dan terendam sih aman, cuma saat posisi panas ketemu banjir, ada risiko masuk airnya,” kata Ferry. Memang saat air masuk tidak sekaligus. Cuma akhirnya kalau tidak dirawat atau dicek secara berkala, bisa menyebabkan karat dan akhirnya tidak bisa digunakan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang