Sepeda motor listrik mulai banyak dilirik sebagai kendaraan harian di Indonesia. Namun, tidak semua jenis penggerak dinilai cocok dengan kondisi jalan yang beragam, mulai dari permukaan rusak hingga tanjakan. Biasanya penggerak motor listrik ditentukan berdasarkan posisi dinamo. Polytron Fox 500 Ada yang di roda atau hub drive, ada yang di tengah atau mid drive, dan terakhir di samping atau side drive. Ferry S Budiyanto, penggawa Tics EV, bengkel spesialis motor listrik di Depok, menyarankan konsumen memperhatikan jenis penggerak sebelum membeli. Terutama bagi yang memiliki anggaran lebih. “Kalau bisa cari yang penggeraknya side drive atau mid drive. Kalau ada bujet banyak,” ujar Ferry kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2026). Menurut dia, motor listrik dengan sistem hub drive atau dinamo di roda memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya terkait perawatan yang lebih sulit. “Yang pertama, sementara ini, tukang tambal ban itu hampir semua enggak mau ngerjain hub. Karena effort (butuh usaha). Harus bongkar bodi, bongkar kabel fase, segala macam,” kata Ferry. Test ride Alva Cervo X Selain itu, kondisi jalan di Indonesia yang banyak lubang juga menjadi tantangan. Risiko pelek penyok bisa berdampak langsung pada kinerja dinamo. “Kedua, jalanan di Indonesia itu banyak lubang. Saat pelek penyok, pasti kinerja dinamo terganggu,” ujarnya. Ferry juga menyoroti bobot yang lebih berat pada sistem hub drive dibandingkan mid drive. Hal ini berpengaruh pada efisiensi dan kenyamanan berkendara. Tak hanya itu, risiko kerusakan dinamo juga lebih merepotkan. Jika terjadi kerusakan, motor listrik dengan hub drive bisa langsung tidak dapat digerakkan. “Kalau misalnya dinamonya jebol, dia tidak bisa didorong, macet. Jadi mau setut segala macam repot,” ucap Ferry. Karena itu, ia menilai motor listrik dengan mid drive atau side drive lebih ideal. Posisi dinamo yang terpisah dari roda membuat sistem lebih fleksibel dan mudah ditangani. “Dinamo sama pelek dia pisah, dan ada rasio. Untuk medan Indonesia yang banyak tanjakan, rasio itu penting,” kata Ferry. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang