Isu kembalinya Toyota MR2 kembali menguat setelah pabrikan asal Jepang itu memberikan sejumlah sinyal terkait pengembangan mobil sport bermesin tengah (mid-engine) generasi terbaru. Sinyal tersebut pertama kali muncul lewat konsep mobil listrik FT-Se yang diperkenalkan pada 2023. Model ini dinilai memberi gambaran mengenai wujud MR2 modern di masa depan. Setahun berselang, nama MR2 generasi keempat juga sempat disebut dalam sebuah video resmi Toyota. Isu tersebut kemudian diperkuat dengan kemunculan prototipe GR Yaris bermesin tengah, serta pendaftaran merek dagang MR2 di sejumlah negara. Rangkaian sinyal ini menunjukkan bahwa Toyota masih serius menggarap segmen mobil sport bermesin tengah. Salah satu petunjuk terkuat datang dari pengembangan mesin baru yang tengah disiapkan pabrikan. Dikutip dari Carscoops, Presiden Gazoo Racing Tomoya Takahashi mengungkapkan bahwa Toyota sedang mengembangkan mesin turbo 2.0 liter terbaru yang fleksibel untuk dipasang di berbagai posisi, baik di depan, belakang, maupun tengah kendaraan. Mesin tersebut nantinya akan menggantikan unit turbo 2.4 liter yang saat ini digunakan, dengan performa yang diklaim lebih tinggi. Menariknya, mesin baru ini juga disebut mampu memenuhi regulasi emisi Euro 7 tanpa bantuan teknologi elektrifikasi. Meski demikian, Takahashi menegaskan bahwa varian hybrid tetap akan disiapkan di masa depan sebagai bagian dari strategi jangka panjang Toyota. “Jika mesin ini akan digunakan di banyak model, maka integrasi dengan teknologi hybrid menjadi sesuatu yang hampir wajib,” ujar Takahashi dikutip Senin (26/1/2026). Secara dimensi, mesin empat silinder terbaru ini memiliki ukuran sekitar 10 persen lebih kecil dibandingkan mesin 2.4 liter. Ukuran yang lebih ringkas tersebut membuat mesin lebih mudah diadaptasi ke berbagai platform kendaraan. Mesin pengembangan baru Toyota Menurut Takahashi, mesin ini sejak awal dikembangkan agar dapat dipasang pada mobil kompak seperti GR Yaris, yang memiliki tantangan teknis lebih kompleks dari sisi pengemasan dan rekayasa. “Jika bisa diaplikasikan di mobil kecil, maka akan lebih mudah digunakan pada kendaraan yang lebih besar,” katanya. Meski sinyal pengembangannya semakin jelas, Toyota belum memberikan kepastian mengenai jadwal peluncuran mobil sport bermesin tengah tersebut. Takahashi menyebut, proses pengembangan saat ini masih berada pada tahap awal. Mengacu pada laporan Automotive News, tim insinyur Toyota baru memasuki tahap pertama dari empat fase menuju produksi massal. Proses tersebut umumnya memakan waktu sekitar empat hingga lima tahun sebelum sebuah model benar-benar siap dipasarkan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang