Mobil listrik dikenal memiliki biaya perawatan yang lebih ringan dibanding mobil konvensional karena tidak membutuhkan banyak komponen servis rutin seperti kendaraan bermesin bensin. Namun, pemilik kendaraan listrik tetap perlu memperhatikan beberapa komponen penting agar performa dan usia pakai kendaraan tetap optimal. Service Advisor Hyundai Solo Baru, Arif Nugroho mengatakan, salah satu alasan masyarakat mulai tertarik menggunakan mobil listrik adalah karena biaya perawatannya relatif lebih minim. “Mobil listrik tidak butuh penggantian oli secara rutin baik oli mesin atau transmisi, paling hanya ada cairan pendingin baterai atau coolant, sehingga dari segi perawatan justru lebih sedikit,” ucap Arif kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Arif, coolant pada mobil listrik berfungsi sebagai cairan pendingin untuk baterai dan motor listrik. Penggantian cairan tersebut umumnya dilakukan setiap empat tahun sekali. Reservoir air radiator pada Hyundai Ioniq 5 Selain penggantian coolant, perawatan lain yang perlu diperhatikan adalah penggantian kampas rem ketika kendaraan sudah menempuh jarak sekitar 100.000 kilometer. “Untuk ganti kampas rem pada Ioniq 5 bisa dibilang harganya sebanding dengan mobil-mobil konvensional lain sekelasnya, sekitar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta, itu harga yang wajar,” ucap Arif. Arif menambahkan, mobil listrik Hyundai mendapatkan layanan servis gratis mulai 1.000 kilometer hingga 75.000 kilometer. Selama periode tersebut, konsumen umumnya tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan rutin. “Tidak ada material dan onderdil yang harus diganti selama masa gratis servis tersebut, kecuali untuk bahan habis untuk pemakaian seperti karet wiper, ban dan sejenisnya, untuk Ioniq 5 ada penggantian filter AC gratis setiap servis berkala,” ucap Arif. Untuk servis berkala dan penggantian filter AC pada Hyundai Ioniq 5, jadwal perawatan dilakukan setiap 15.000 kilometer atau satu tahun sekali. Sementara itu, pemilik Dokter Mobil, Lung Lung mengatakan, mobil listrik memang memiliki kebutuhan servis yang lebih sederhana dibanding mobil konvensional. “Kalau mobil listrik, perawatannya simpel. Iya, olinya cuma gear oil, minyak rem, coolant, sama oli kompresor AC,” ujarnya kepada Kompas.com. Menurut Lung Lung, absennya mesin pembakaran membuat mobil listrik tidak membutuhkan perawatan komponen seperti busi, filter oli, dan injektor bahan bakar secara rutin. Selain itu, sistem transmisi mobil listrik juga lebih sederhana karena umumnya hanya menggunakan satu percepatan, sehingga proses servis berkala menjadi lebih singkat dan jarang dilakukan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa mobil listrik tetap membutuhkan perawatan rutin, terutama pada sistem pendingin baterai dan kelistrikan kendaraan. “Yang sering dilupakan pemilik EV itu coolant buat sistem baterainya. Kalau pendingin baterai bermasalah, bisa berpengaruh ke umur baterai dan performanya,” katanya. Lung Lung juga mengingatkan bahwa kondisi baterai utama perlu mendapat perhatian khusus. Kebiasaan pengisian daya yang tidak tepat dapat mempercepat degradasi baterai dan menurunkan kapasitas penyimpanan daya kendaraan. Karena itu, meski perawatan mobil listrik lebih sederhana dibanding mobil bensin, pemilik kendaraan tetap disarankan rutin memeriksa coolant dan sistem pendinginan agar performa kendaraan tetap optimal dan usia baterai lebih awet. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang