Saklar pada sepeda motor kerap luput dari perhatian karena ukurannya kecil. Meski demikian, fungsinya krusial dalam menunjang fitur keselamatan, mulai dari lampu sein, klakson, hingga tombol starter. Ketika sakelar mulai bermasalah, respons pengendara saat berkendara bisa terganggu. Kondisi ini berisiko, terutama saat pengendara harus bereaksi cepat di situasi darurat. Karena berada di area terbuka dan digunakan setiap hari, sakelar termasuk komponen yang rentan mengalami penurunan fungsi secara bertahap. Menurut Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, gangguan pada sakelar umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada sejumlah faktor yang sering menjadi pemicu, namun kerap diabaikan oleh pengguna motor. “Saklar motor memiliki peran penting dalam menunjang keselamatan. Gangguan kecil pada sakelar bisa berdampak besar di jalan,” kata Wahyu kepada Kompas.com, Rabu (21/1/2026). Ilustrasi servis motor Salah satu penyebab yang paling sering ditemui adalah kotoran yang menumpuk di dalam sakelar. Debu jalanan, pasir halus, hingga sisa air hujan dapat masuk melalui celah kecil dan menempel pada kontak listrik. Awalnya, tombol terasa lebih keras atau kurang responsif, sebelum akhirnya aliran listrik terganggu. Selain kotoran, faktor usia pemakaian juga berpengaruh. Komponen internal seperti pegas dan pelat kontak dapat mengalami keausan seiring waktu, sehingga kemampuan menghantarkan arus listrik menurun meski dari luar sakelar masih terlihat normal. Masalah lain yang kerap muncul adalah korosi pada kontak sakelar. Motor yang sering digunakan saat hujan atau disimpan di lingkungan lembap berisiko mengalami karat, yang dapat menghambat arus listrik. Wahyu menambahkan, gangguan pada sakelar tidak selalu berasal dari unit sakelar itu sendiri. “Kabel yang longgar, terkelupas, atau mengalami korsleting juga bisa menimbulkan gejala serupa. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya pada saklarnya,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang