Menghajar lubang di jalan sering meninggalkan masalah yang tak langsung terasa, salah satunya pelek retak. Kondisi ini membuat banyak pemilik mobil dilema, antara memperbaiki atau langsung mengganti dengan yang baru. Pemilik toko pelek Ping Wheels, Anantyo Herlambang, mengatakan pelek retak sebenarnya masih bisa diperbaiki melalui proses pengelasan. Namun, hasil perbaikan tersebut tidak membuat pelek kembali seperti kondisi awal. Ia menyebut, pelek yang sudah dilas tetap bisa digunakan, tetapi kekuatannya berkurang sehingga berpotensi retak kembali di kemudian hari, terutama jika kembali menghantam lubang. “Aman dipakai lagi, tapi kekuatannya sudah berkurang. Ada kemungkinan retak kembali di kemudian hari, apalagi kalau kembali kena lubang,” ujar pria yang akrab disapa Tyo, kepada Kompas.com, Senin (23/2/2026). Perbaikan pelek yang pecah di Ping Wheels Tyo menjelaskan, pelek yang pernah retak berarti sudah mengalami tekanan besar. Titik bekas las menjadi area yang lebih rentan dibanding bagian lain, sehingga pemilik kendaraan perlu lebih berhati-hati saat berkendara. Selain itu, Anantyo menyebut tekanan angin ban yang kurang menjadi faktor utama pelek mudah rusak ketika menghajar lubang. Ban yang kempis membuat benturan tidak terserap optimal dan langsung diteruskan ke pelek. Kecepatan kendaraan saat melewati jalan rusak juga berperan besar. Benturan keras dalam kondisi laju tinggi meningkatkan risiko pelek peyang hingga retak. “Kurang angin dan menghajar lubang terlalu kencang itu penyebab utama pelek gampang rusak,” kata dia. Karena itu, pengecekan tekanan ban secara rutin serta menurunkan kecepatan saat melintasi jalan tidak rata menjadi langkah pencegahan sederhana. Bila retakan sudah parah atau berada di area vital, mengganti pelek tetap menjadi pilihan paling aman demi keselamatan berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang