Selain penyok atau peyang, masalah lain yang kerap terjadi pada pelek mobil adalah retak rambut atau retak halus. Sekilas kerusakan ini tampak ringan, bahkan sering kali tidak disadari pemilik mobil. Namun retak kecil pada pelek tetap menyimpan potensi risiko jika dibiarkan tanpa penanganan. Runang dari HWS Wheel, Car Part & Accessories di kawasan H. Nawi, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa retak pada pelek tidak selalu langsung menimbulkan kebocoran ban. pelek mobil retak “Nah, jadi begini. Tidak semua retak itu langsung mengeluarkan udara dari dalam ban. Ada yang sudah retak, biasanya disebut retak rambut, tetapi saat dicek udaranya belum keluar," ujarnya kepada Kompas.com, belum lama ini. "Namun, namanya retak, suatu waktu kalau kembali mendapat tekanan di titik yang sama, ada kemungkinan retaknya bisa melebar atau bahkan mendadak pecah," katanya. Runang menjelaskan, retak rambut biasanya muncul akibat benturan keras, seperti menghantam lubang dalam kecepatan tinggi atau terkena tepi trotoar. Pada tahap awal, celah retaknya sangat kecil sehingga tidak langsung menyebabkan angin ban keluar. Pelek retak bisa dipicu oleh hal sepele. Jika mobil kembali menghantam lubang di area yang sama, risiko retak membesar bahkan pecah menjadi lebih tinggi. Kondisi ini tentu berbahaya, apalagi jika terjadi saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi. "Bisa bertambah lebar atau langsung pecah, karena sudah ada ‘uratnya’. Ketika terkena benturan lagi di bagian itu, dampaknya tentu tidak bagus,” ujar Runang. Perbaikan Untuk retak halus, bengkel biasanya melakukan metode pengelasan (welding) khusus aluminium, tergantung jenis bahan pelek. Toko dan servis pelek mobil HWS Wheel Area retak akan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dilas untuk menyatukan kembali bagian yang terbelah. Setelah proses pengelasan, pelek dirapikan, dibubut jika perlu agar kembali presisi, lalu diuji kebocoran dan keseimbangannya (balancing). Namun perlu diingat, tidak semua retakan bisa diperbaiki. Jika retak terlalu panjang, berada di titik struktur kritis, atau sudah pernah dilas berulang kali, biasanya disarankan untuk diganti. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang