Perawatan mobil harus dilakukan dengan benar agar performa kembali optimal. Kesalahan dalam perawatan bisa menyebabkan mobil mogok. Sebagai contoh, pembersihan filter bahan bakar (BBM). Pada kondisi tertentu filter sudah tidak bisa dibersihkan atau harus diganti agar penyaringan tetap optimal. Wawan, pemilik bengkel Krisna Jaya Motor Boyolali mengatakan filter BBM perlu diganti secara berkala agar perannya tetap optimal dalam menyaring kotoran. “Dibersihkan boleh, tapi hasilnya kurang optimal, terlebih lagi kondisinya sudah sangat kotor atau layer saringannya sudah robek atau rusak,” ucap Wawan kepada KOMPAS.com, Sabtu (4/4/2026). Filter BBM berfungsi menyaring kotoran dari bahan bakar sebelum masuk ke injektor atau karburator. Jika kondisinya terlalu kotor atau tersumbat, aliran BBM akan terganggu dan memicu berbagai masalah pada mesin. “Selain tersumbat, bisa juga filter sudah tak mampu menyaring, sehingga kotoran tetap bisa lewat sehingga memperparah kondisi,” ucap Wawan. Kotoran pada bensin ketika membersihkan filter BBM Kotoran di tangki BBM bisa tersedot masuk ke pompa BBM dan mempercepat keausan. Selain itu, bisa masuk ke area yang harus bersih seperti karburator dan injektor. “Karburator terdiri oleh banyak saluran kecil, bila ada kotoran maka suplai BBM akan tersendat, dampaknya tak hanya brebet tapi juga memicu mogok,” ucap Wawan. Filter BBM pada Lexus RX 300 milik Stella Kirana, yang mengalami masalah usai diisi Pertamax Ketika aliran bahan bakar menjadi terhambat, suplai BBM ke ruang bakar tidak mencukupi, terutama saat mesin membutuhkan tenaga lebih besar seperti saat akselerasi atau menanjak. Kondisi ini membuat mesin terasa brebet atau tersendat. Saat pedal gas diinjak, respons mesin tidak langsung mengikuti karena suplai bahan bakar terlambat atau kurang. Derek tol gratis dari Polres Boyolali “Semakin digas mesin akan mati karena jumlah udara tak sebanding dengan BBM, akibatnya pembakaran gagal terjadi dan mesin mati,” ucap Wawan. Kotoran bisa menumpuk di karburator dan injektor pada kondisi tertentu. Seharusnya, kotoran tertahan di filter BBM sehingga perawatannya lebih mudah dan tidak melibatkan banyak komponen. Dalam beberapa kasus, mesin bahkan bisa mati mendadak saat berjalan. Ini terjadi jika aliran BBM benar-benar tersumbat sehingga pembakaran terhenti. Pada kondisi ringan, mobil bisa mengalami tenaga turun. Mesin tidak mampu menghasilkan performa maksimal karena pembakaran tidak mendapatkan bahan bakar yang cukup. Filter BBM kotor juga bisa menyebabkan mesin sulit dihidupkan. Tekanan bahan bakar yang tidak stabil membuat proses start menjadi lebih lama, terutama saat mesin dingin. “Pembakaran yang tidak stabil juga dapat meningkatkan konsumsi BBM. Mesin bisa menjadi boros karena suplai tidak konsisten dan ECU mencoba mengkompensasi kondisi tersebut,” ucap Wawan. Selain itu, kotoran yang lolos dari filter dapat merusak injektor. Injektor bisa tersumbat atau pola semprotannya terganggu, sehingga efisiensi pembakaran menurun. Jika dibiarkan, masalah ini bisa merambat ke komponen lain dalam sistem bahan bakar dan meningkatkan biaya perbaikan secara keseluruhan. Kesimpulannya, filter BBM yang terlalu kotor dapat menyebabkan tenaga mesin turun, konsumsi BBM boros, mesin tersendat, hingga berpotensi merusak pompa dan injektor. Oleh karena itu, filter BBM perlu diganti secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang