Musim hujan kerap memunculkan kekhawatiran di kalangan pengendara motor, salah satunya soal kemungkinan air masuk ke knalpot saat melintasi genangan atau terkena hujan deras. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal dalam situasi tertentu bisa berdampak pada performa hingga keawetan mesin. Menurut Agung, teknisi Vansy Motor di Tangerang, air yang masuk ke knalpot memang tidak selalu langsung merusak mesin, namun tetap perlu diwaspadai. Agung menjelaskan, sistem knalpot bekerja dengan prinsip aliran gas buang dan tekanan balik atau back pressure yang sudah diperhitungkan pabrikan. “Kalau hanya air hujan biasa yang masuk dari ujung knalpot, umumnya akan terdorong keluar lagi oleh gas buang, jadi tidak langsung berbahaya,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (24/12/2025). Namun, Agung menegaskan, risiko bisa meningkat ketika motor melewati genangan air yang cukup tinggi dalam kondisi mesin mati atau putaran mesin sangat rendah. Pada situasi tersebut, air berpotensi mengalir lebih jauh ke dalam sistem knalpot dan mengganggu aliran gas buang. Ilustrasi knalpot motor kemasukan air. Secara teknis, air yang tertahan di knalpot dapat mengubah back pressure sehingga mesin terasa berat, susah hidup, atau brebet saat digas. Jika dibiarkan terlalu lama, sisa air juga bisa memicu karat pada dinding knalpot, terutama pada motor yang masih menggunakan material baja biasa. Selain itu, karat di dalam knalpot tidak selalu terlihat dari luar. Dalam jangka panjang, korosi dapat menyebabkan knalpot keropos, bocor, hingga suara berubah, yang akhirnya memengaruhi performa mesin secara keseluruhan. Agung menyarankan, pengendara untuk segera memanaskan mesin setelah motor kehujanan atau melewati genangan. Tujuannya agar sisa air di dalam knalpot bisa menguap dan keluar bersama gas buang, sekaligus mencegah kelembapan yang memicu karat. Genangan air pasca hujan di kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat. Ia juga mengingatkan agar pengendara menghindari menerobos banjir tinggi karena selain knalpot, air berisiko masuk ke ruang bakar melalui filter udara, yang dampaknya jauh lebih serius dibanding sekadar air di knalpot. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang