Pengecekan BAN motor Banyak pengguna motor matik mengira rasa goyang pada bagian belakang hanya masalah sepele, padahal kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada kendaraan. Jika dibiarkan, bukan hanya kenyamanan yang terganggu, tetapi juga berisiko pada keselamatan saat berkendara di kecepatan tinggi. Ban belakang yang terasa oleng biasanya muncul secara bertahap, mulai dari getaran ringan hingga terasa tidak stabil saat menikung. Kondisi ini wajib segera dicek karena bisa berasal dari berbagai komponen, tidak melulu dari ban itu sendiri. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Dikutip VIVA Otomotif dari laman Suzuki, Minggu 29 Maret 2026, salah satu penyebab paling umum adalah tekanan angin yang tidak sesuai standar. Ban yang kekurangan angin akan mengalami keausan tidak merata, sedangkan tekanan berlebih membuat ban terlalu keras dan kehilangan daya cengkeram ke aspal.Selain itu, usia ban juga berpengaruh besar terhadap kestabilan motor. Ban yang sudah aus, retak, atau bahkan mengeras karena usia pakai lama tidak lagi mampu menapak sempurna di permukaan jalan.Menariknya, masalah tidak selalu datang dari ban lama, karena ban baru pun bisa memicu gejala serupa. Pemasangan yang tidak presisi atau posisi yang tidak seimbang bisa membuat putaran roda menjadi tidak stabil.Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah kondisi engine mounting. Komponen ini berfungsi sebagai penghubung antara mesin dan rangka, sekaligus meredam getaran agar motor tetap stabil.Jika karet engine mounting mulai getas atau longgar, posisi mesin bisa sedikit bergeser. Hal ini akan memengaruhi keseimbangan motor, terutama di bagian belakang yang langsung terhubung dengan sistem penggerak.Pelek bengkok juga menjadi penyebab klasik yang sering terjadi, terutama pada motor yang sering melewati jalan rusak. Benturan keras atau tekanan ban yang tidak ideal bisa membuat pelek berubah bentuk tanpa disadari.Ketika pelek tidak lagi presisi, putaran roda menjadi tidak sempurna dan menimbulkan efek goyang. Dalam kondisi tertentu, masalah ini bahkan bisa meningkatkan risiko ban pecah saat digunakan.Komponen lain yang tak kalah penting adalah bearing atau laher roda. Jika bagian ini aus, putaran roda tidak lagi mulus dan bisa menimbulkan gejala limbung saat motor melaju.Bearing yang rusak biasanya disebabkan oleh kurangnya pelumasan atau usia pakai. Pada motor matik, kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh jarangnya penggantian oli gardan.Shockbreaker belakang juga berperan besar dalam menjaga kestabilan kendaraan. Jika komponen ini sudah lemah atau mengalami kebocoran oli, kemampuan meredam guncangan akan menurun drastis.Akibatnya, setiap melewati jalan bergelombang, roda belakang tidak mampu menempel sempurna ke permukaan jalan. Inilah yang membuat motor terasa seperti “mengambang” dan sulit dikendalikan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Selain faktor teknis, kebiasaan berkendara juga bisa mempercepat munculnya masalah ini. Sering menghantam lubang, membawa beban berlebih, atau jarang melakukan servis berkala bisa memperparah kondisi komponen kaki-kaki.Karena itu, ketika mulai terasa gejala goyang sekecil apa pun, sebaiknya langsung lakukan pengecekan menyeluruh. Penanganan sejak dini jauh lebih aman dibanding menunggu kerusakan bertambah parah saat digunakan di jalan.