Kecelakaan lalu lintas melibatkan bus antarkota kembali terjadi di ruas tol. Kali ini, satu unit bus milik PO Restu dilaporkan terguling di KM 689+500A ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah penumpang Bus Restu yang terguling di Kilometer 689+500 Jalan Tol Jombang saat dilarikan ke RSUD Jombang, Jawa Timur, untuk mendapatkan perawatan medis, Kamis (2/4/2026) malam. Kanit PJR Jatim 3, AKP Sudirman, menjelaskan bahwa bus melaju dari arah barat ke timur atau dari Jombang menuju Surabaya. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi kejadian dengan meminta keterangan dari kru bus dan saksi di lokasi. “Bus dari arah Jombang atau dari barat ke timur. Kronologi masih kami dalami dari pengemudi dan kondektur,” ujar Sudirman dikutip Jumat (3/4/2026). Berdasarkan data awal kepolisian, bus mengangkut sekitar 35 penumpang. Dari jumlah tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka berat. Petugas masih berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengurai lalu lintas yang sempat tersendat akibat kecelakaan tersebut. Sementara itu, pihak pengelola tol melalui perwakilan Astra Tol menyampaikan hasil sementara investigasi di lapangan. Diduga kuat kecelakaan dipicu oleh pecah ban belakang kanan saat kendaraan melaju. Akibatnya, pengemudi kehilangan kendali, kendaraan oleng, lalu masuk ke median jalan sebelum akhirnya terguling dan berhenti dalam posisi melintang berlawanan arah di KM 689+500A. "Total korban tercatat satu orang meninggal dunia, tujuh luka berat, dan 25 luka ringan," kata Ardam Rafif Trisilo, Corporate Communications & Sustainability Management Dept Head Astra Tol Cipali saat dikonfirmasi, Jumat. "Hingga kini, identitas pengemudi masih dalam proses pendataan, sementara saat kejadian disebutkan hanya terdapat kondektur di lokasi kendaraan," lanjutnya. Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta kondisi teknis kendaraan sebelum insiden terjadi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang