Modifikasi pelek kerap dilakukan oleh konsumen dalam rangka mempercantik tampilan mobil. Seperti menggantinya dengan ukuran lebih besar, serta desain palang bervariasi. Rupanya, memodifikasi tersebut memiliki sejumlah risiko, khususnya bila dilakukan tanpa perhitungan matang. Seperti dalam hal menentukan ukuran pelek. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan desain mobil dari pabrikan sudah paling ideal untuk penggunaan harian, maka dari itu saat melakukan modifikasi tak disarankan terlalu ekstrem. “Ukuran pelek yang besar akan memberikan tampilan lebih cantik, apalagi dipadukan ban tipis, tapi ini ada konsekuensi, yakni menurunnya kenyamanan mobil,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Sabtu (15/11/2025). Ketebalan profil ban akan membuat peredaman getaran dari permukaan jalan menurun, sehingga suspensi jadi kurang nyaman dan bisa membebani kerja komponen kaki-kaki. “Peredaman getaran dari permukaan jalan berkurang, sehingga dapat merambat ke komponen kaki-kaki, selain jadi kurang nyaman, beban kerja sokbreker, jadi lebih berat, untuk berusaha meredam getaran,” ucap Imun. Ilustrasi pelek mobil Suara roda saat menapak permukaan jalan akan lebih terdengar dari dalam kabin, karena ukuran profil ban yang lebih tipis. Bagus Ari, penjual pelek HSR di Altius Motor Sport Sukoharjo mengatakan batas aman modifikasi pelek umumnya naik 1 sampai 2 inci, dari ukuran ring standar. “Amannya maksimal 2 inci sih, lebih dari itu bisa dilakukan, tetapi sudah masuk kategori berisiko dan perlu banyak penyesuaian,” ucap Ari kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Misal mobil dengan ukuran ring 14 inci, bisa diubah ke ring 15 inci atau 16 inci paling maksimal. Dengan demikian, ukuran ban masih mudah dicari dengan diameter total mendekati standar. “Semakin besar diameter pelek, maka butuh ban dengan profil lebih tipis, sehingga ditemukan ukuran roda yang masih aman dari segi dimensi dan kenyamanan suspensinya,” ucap Ari. Kenyamanan suspensi akan turun karena ban makin tipis. Selain itu risiko pelek penyok lebih besar ketika mobil kerap melaju di jalan tidak rata. “Sebenarnya kenaikan ukuran pelek sampai 3 inci bisa saja, hanya saja roda jadi rawan bergesekan dengan bodi, bila ban terlalu tipis justru akan membuat ban cepat rusak, makanya tidak disarankan,” ucap Ari. Jadi, modifikasi pelek mobil menjadi lebih besar akan memberikan dampak penurunan kenyamanan suspensi dan mempercepat kerusakan kaki-kaki, khususnya bila dilakukan dengan asal-asalan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.