Pelek mobil, baik racing atau bawaan pabrik bisa rusak karena faktor tertentu. Seperti peang, bengkok, retak, patah dan tidak bulat. Kondisi rusak tersebut bukan terjadi begitu saja, melainkan dipicu oleh benturan atau perawatan yang terabaikan. Bagus Ari, penjual pelek HSR di Altius Motorsport Sukoharjo mengatakan kebiasaan mobil melewati jalan rusak atau berlubang bikin peluang pelek rusak lebih tinggi. “Pengendara harus mengurangi kecepatan saat lewat jalan rusak, nah kebiasaan orang kadang main hajar saja, pelek bisa rusak karena benturan tersebut,” ucap Ari kepada KOMPAS.com, Jumat (14/11/2025). Pengendara juga kerap mengabaikan menambah atau memeriksa tekanan udara ban. Kondisi ban seperti ini akan membuat pelek berbenturan langsung dengan permukaan jalan. “Pelek bisa, peang, bengkok, retak, atau berubah bentuk menjadi tidak bulat, akibatnya ban tak bisa dipasang dengan baik, udara cepat habis dan lainnya,” ucap Ari. Ilustrasi pelek mobil Kebiasaan mengencangkan mur roda diluar spesifikasi juga dapat merusak pelek, seperti terlalu kendur atau terlalu kencang. Ini dapat memicu lubang pelek rusak atau terlepas di jalan. “Standarnya pengencangan mur roda 120 Nm, dan dikencangkan secara merata yakni dengan metode pasang mur menyilang terlebih dulu, baru dikencangkan sesuai ukuran,” ucap Ari. Nah, itu tadi kebiasaan pengendara yang bisa bikin pelek mobil lebih cepat rusak. Dengan kebiasaan baik dan perawatan, pelek mobil seharusnya bisa lebih awet. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.