Bagi pemilik mobil transmisi matik, parkir tidak boleh dilakukan sembarangan karena jika salah, bisa berdampak fatal pada komponen kendaraan. Menurut Lung Lung, pemilik bengkel spesialis Dokter Mobil, kebiasaan memindahkan tuas langsung ke posisi P tanpa menarik rem tangan dapat memberikan beban berlebih pada komponen transmisi, terutama parking pawl. Parking pawl merupakan mekanisme kecil di dalam transmisi yang berfungsi mengunci poros output agar mobil tidak bergerak. Jika seluruh beban kendaraan ditopang komponen ini, risiko kerusakan akan meningkat. “Kalau tuas langsung dipindah ke P tanpa rem tangan, beban mobil sepenuhnya ditahan oleh parking pawl. Apalagi kalau parkir di tanjakan atau turunan, tekanannya bisa sangat besar dan berisiko merusaknya,” ujar Lung Lung belum lama ini kepada Kompas.com. Test drive Mitsubishi Destinator Lung Lung menjelaskan, urutan yang benar saat memarkir mobil matik adalah dengan menekan pedal rem terlebih dahulu, kemudian memindahkan tuas ke posisi N (netral), lalu mengaktifkan rem tangan. Setelah mobil benar-benar diam dan tertahan oleh rem, barulah tuas transmisi dipindahkan ke posisi P. “Dengan urutan ini, beban kendaraan akan ditopang oleh sistem rem, bukan oleh komponen kecil di dalam transmisi,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa kesalahan kecil ini sering diabaikan karena dampaknya tidak langsung terasa. Namun, jika dilakukan berulang, risiko kerusakan transmisi akan semakin besar. “Memperbaiki transmisi matik biayanya bisa jutaan hingga puluhan juta rupiah, tergantung kerusakannya. Jadi, mencegah dengan kebiasaan yang benar jauh lebih murah,” kata Lung Lung. Sementara, Freddy, Direktur Domo Transmisi, mengingatkan bahwa kebiasaan memasukkan tuas ke posisi P saat mobil masih bergerak bukanlah langkah yang tepat. “Yang tidak bagus itu kalau mobil belum berhenti total tapi sudah masuk ke P. Itu bisa membebani komponen pengunci di dalam transmisi,” kata Freddy kepada Kompas.com. Ia menjelaskan, pada posisi P terdapat mekanisme pengunci yang berfungsi menahan putaran output transmisi agar roda tidak bergerak. Jika tuas dipindahkan saat kendaraan masih berjalan, meski pelan, komponen tersebut akan menerima tekanan mendadak. Dalam jangka panjang, beban yang tidak semestinya ini berisiko mempercepat keausan, terutama pada parking pawl atau pengunci parkir. Dampaknya memang tidak langsung terasa, tetapi bisa memicu bunyi kasar atau gangguan saat memindahkan tuas di kemudian hari. Freddy menyarankan agar pengemudi memastikan kendaraan benar-benar berhenti sempurna sebelum memindahkan tuas ke posisi P. Idealnya, kaki tetap menginjak pedal rem hingga mobil diam total, lalu pindahkan tuas secara perlahan. “Selama kendaraan sudah berhenti, mau dari N ke P atau langsung ke P itu tidak masalah. Yang penting jangan saat mobil masih jalan,” ujarnya. Selain itu, saat parkir di jalan menurun, pengemudi juga disarankan mengaktifkan rem tangan terlebih dahulu sebelum melepas pedal rem. Cara ini membantu mengurangi beban yang ditanggung sistem transmisi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang