Pengemudi mobil matik kerap dihadapkan pada pertanyaan sederhana namun membingungkan: sebaiknya mesin dimatikan terlebih dahulu atau memindahkan tuas transmisi ke posisi P (park) lebih dulu? Meski terlihat sepele, kebiasaan ini masih kerap memantik perdebatan di kalangan pengguna mobil matik. Menurut Freddy, Direktur Domo Transmisi, pada dasarnya tidak ada masalah berarti jika pengemudi mematikan mesin terlebih dahulu baru kemudian memindahkan tuas ke posisi P. “Tidak ada efek buruknya, aman-aman saja selama mobil dalam kondisi sudah berhenti total,” kata Freddy kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2026). Freddy menjelaskan, sistem transmisi otomatis modern sudah dirancang dengan mekanisme pengaman, sehingga urutan mematikan mesin dan memindahkan tuas tidak akan langsung merusak komponen. Tuas Transmisi 4AT Suzuki Fronx GL Namun demikian, ia menyarankan agar pengemudi tetap membiasakan urutan yang lebih ideal demi menjaga komponen transmisi tetap awet. “Lebih baik dari posisi N lalu langsung ke P saat mesin masih hidup, dibandingkan sudah di N, mesin dimatikan, baru dipindah ke P,” ujarnya. Hal ini bertujuan agar seluruh mekanisme di dalam transmisi bekerja dalam kondisi optimal, karena masih mendapat dukungan tekanan hidrolik saat mesin hidup. Freddy juga mengingatkan, kesalahan yang justru berpotensi merusak adalah ketika pengemudi memasukkan tuas ke posisi P sebelum kendaraan benar-benar berhenti. “Yang tidak bagus itu kalau mobil belum berhenti total tapi sudah dimasukkan ke P, itu bisa membebani komponen pengunci di dalam transmisi,” kata Freddy. Karena itu, penting bagi pengemudi memastikan kendaraan benar-benar berhenti sebelum memindahkan tuas ke posisi P, terlepas dari urutan mematikan mesin yang dipilih. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang