Kebiasaan melintasi polisi tidur dengan kecepatan tinggi atau tanpa mengurangi laju kendaraan kerap dianggap sepele oleh pengemudi. Padahal, kebiasaan tersebut bisa berdampak serius pada kondisi kaki-kaki mobil, terutama komponen sok absorber. Kaki-kaki Mobil Rentan Rusak Pemilik bengkel AD Oya, Widodo, mengatakan sok absorber menjadi salah satu komponen yang paling rentan rusak akibat benturan berulang saat mobil menghajar polisi tidur. “Yang paling sering kena itu shock absorber. Kalau sudah mulai rusak, efeknya ke mana-mana,” ujar Widodo, kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Widodo, kerusakan shock absorber bisa dikenali dari beberapa gejala yang muncul pada kendaraan. Salah satunya terlihat langsung pada kondisi ban. “Ciri-ciri kerusakannya ban itu seperti benjol-benjol, permukaannya tidak rata,” kata Widodo. Ilustrasi shock absorber mobil Tak hanya itu, pengemudi juga akan merasakan perubahan kenyamanan saat berkendara. Kaki-kaki mobil biasanya mulai terasa tidak stabil. “Kemudian kaki-kaki terasa gredek atau getar, muncul bunyi dengung. Biasanya di-balance atau spooring juga tidak hilang,” ucapnya. Jika kerusakan sudah tergolong parah, maka tanda-tandanya akan semakin jelas meski mobil melaju pelan. “Kalau sudah parah, mobil jalan di kecepatan 30–40 km per jam saja sudah terasa bunyi dengung dan getar,” ujar Widodo. Biaya Perbaikan Soal biaya perbaikan, Widodo menyebut nominal penggantian sok absorber tergantung pada jenis dan model mobil. Untuk mobil populer seperti Toyota Avanza, biaya yang dikeluarkan cukup terasa di kantong. “Avanza misalnya, untuk satu set sok absorber depan bisa kena sekitar Rp 1,1 juta. Kalau yang belakang biasanya tidak sampai Rp 1 juta,” ucap Widodo. Rekomendasi Penggantian Agar kerusakan tidak semakin parah, Widodo menyarankan pengemudi untuk melakukan penggantian sok absorber secara berkala sesuai usia pakai. “Disarankan penggantian setiap 80.000 kilometer, meskipun pemakaian dan kondisi jalan juga sangat berpengaruh,” kata Widodo. Ia juga mengingatkan pengemudi untuk lebih bijak saat melintasi polisi tidur dengan mengurangi kecepatan, demi menjaga kenyamanan dan mencegah kerusakan komponen kaki-kaki mobil. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang